Berdasarkan paparan Anis Hidayah dari Migrant CARE, setiap tahun ada 100 ribu- 200 ribu orang Indonesia yang masuk Malaysia secara ilegal. Mayoritas direkrut oleh kelompok perdagangan manusia.
Sebagian besar para imigran ilegal itu bekerja di pasar, perkebunan serta area konstruksi. Banyak di antaranya yang berhasil menghindari razia selama bertahun-tahun. Kedutaan Besar di Malaysia menjadi salah satu yang tersibuk di dunia di antara kedutaan lainnya yang dimiliki Indonesia. Salah satunya karena tingginya angka imigran ilegal tersebut.
Berbagai program pemulangan kembali yang digagas pemerintah Malaysia maupun Indonesia tidak mampu membuat mayoritas imigran ilegal tersebut pulang. Sebagian memang pulang, tapi kembali lagi dengan membawa keluarganya. Pendapatan di Malaysia yang jauh lebih tinggi jadi alasan para imigran ilegal tersebut untuk mengadu nyawa di tengah lautan demi mengubah nasib.






