BERITA UTAMA

Zainul: Titik Lokasi Dapur Bergizi Gratis Belum Jelas, Banyak Temuan Laporan!

×

Zainul: Titik Lokasi Dapur Bergizi Gratis Belum Jelas, Banyak Temuan Laporan!

Sebarkan artikel ini
MAKAN GRATIS: Sejumlah pelajar SMAN 5 Kota Sukabumi, saat makan bergizi gratis, Rabu (8/1). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)
MAKAN GRATIS: Sejumlah pelajar SMAN 5 Kota Sukabumi, saat makan bergizi gratis, Rabu (8/1). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMITitik lokasi dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional masih belum jelas.  Hal demikian disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB, Zainul Munasichin, saat diwawancarai Radar Sukabumi di salah satu Ponpes yang ada di wilayah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

“Saya belum menerima laporan dari BGN terkait progres MBG di Sukabumi. Namun, secara umum kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan media massa terkait beberapa temuan, seperti menu yang tidak sesuai ketentuan, kasus keracunan di Solo, hingga praktik pungli yang mengatasnamakan BGN,” kata Zainul kepada Radar Sukabumi pada Kamis (23/01).

Bank bjb Tandamata

Meski demikian, Zainul menyebut bahwa program MBG ini pada dasarnya berjalan baik. “Ada satu atau dua kasus itu wajar. Seperti pengalaman di Dapur Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Itu proyek percontohan Pak Prabowo yang butuh waktu tiga bulan untuk stabil, baik dari segi menu maupun sistem distribusinya,” paparnya.

Zainul menjelaskan, bahwa tahun ini program MBG menargetkan pembukaan 5.000 dapur umum, dengan rincian 1.500 dapur dibangun langsung oleh BGN dan 3.500 lainnya oleh mitra. Namun, hingga saat ini, baru 190 dapur yang telah beroperasi secara nasional. “Kita masih menunggu progresnya. Harapannya, dalam waktu dekat jumlah dapur operasional meninggal secara signifikan,” timpalnya.

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB, Zainul Munasichin
Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB, Zainul Munasichin

Ia juga mengakui bahwa belum semua dapur berjalan sesuai rencana. “Sampai hari ini, BGN belum menyampaikan titik-titik lokasi dapur secara rinci ke DPR RI. Seperti berapa jumlah dapur di Sukabumi atau Cianjur. Iya, data ini belum transparan,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, sambung Zainul, kebutuhan dapur secara nasional mencapai lebih dari 30.000 unit. Namun, pada tahun ini, targetnya baru 5.000 dapur. “Hampir satu per enam yang baru bisa terpenuhi, sehingga banyak sekolah yang belum mendapatkannya. Tetapi, Insya Allah, kita bersama Pak Prabowo berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan ini secara bertahap,” jelasnya.