“Untuk kondisi jalan menuju pantai ini lumayan bagus, terus pengunjung bisa memarkir kendaraan tepat di bibir pantai dengan harga tiket saya kira cukup murah karena lokasi wisata saat ini dikelola langsung pemerintah setempat, dan dinas pariwisata,” sambungnya.
Usman menegaskan, berdasarkan cerita yang turun temurun yang didapatnya, pantai yang menyuguhkan pemandangan yang indah dan mengesankan tersebut awalnya bernama pantai Kutamara, namun sejak tahun 1964 berubah menjadi Pantai Minajaya.
Perubahan nama pantai Kutamara ke pantai Minajaya bermula saat masyarakat pantai dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar menuju ke pesisir, sekitar 12 April 1964 silam, saat itu masyarakat mengira itu merupakan kapal perang Malaysia yang sengaja menyerang dari arah selatan.
“Nah berita itu langsung tersebar ke seluruh wilayah Surade, Ciracap dan Jampangkulon, tapi akhirnya diketahui bahwa kapal yang datang itu kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut, terombang-ambing dan terdampar ke pesisir pantai Kutamara, kurang lebih 300 meter dari pesisir pantai, nah katanya pada badan kapalnya tertulis Minajaya 2,” terangnya.
“Nah penamaan pantai Minajaya terus populer saat itu sampai hari ini, penyebutan nama Minajaya bagi pantai Kutamara menjadi sering terucap dari mulut ke mulut, sejak itulah pantai yang eksotis ini dikenal dengan Pantai Minajaya,” tandasnya. (Ndi).






