BERITA UTAMA

Waspada, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Ancam Sukabumi hingga 12 Desember

×

Waspada, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Ancam Sukabumi hingga 12 Desember

Sebarkan artikel ini
Prakiraan Cuaca Hari Ini
Prakiraan Cuaca Sukabumi

SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kabupaten dan Kota Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 12 Desember 2025. Hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi hampir setiap hari.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan, sejumlah faktor atmosfer global dan regional tengah aktif memicu pembentukan awan hujan intensif di Jawa Barat bagian selatan.

Bank bjb Tandamata

“Nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang positif, ditambah kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) dan ENSO, meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia barat, termasuk Sukabumi,” kata Teguh, Senin (8/12/2025).

BMKG juga mendeteksi anomali suhu permukaan laut yang hangat, gelombang Rossby ekuatorial, belokan angin, serta zona konvergensi yang memperkuat pertumbuhan awan hujan. Cuaca relatif cerah pada pagi hari, namun berpotensi berubah cepat menjadi hujan deras pada siang hingga malam.

“Cuaca cerah berawan pagi hari, tapi bisa berkembang menjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir,” tegasnya.

Sukabumi kini resmi memasuki periode musim hujan dengan puncak diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Topografi pegunungan dan lembah membuat wilayah ini rawan hujan lokal intensitas tinggi yang muncul tiba-tiba. BMKG secara khusus memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat pada 7 dan 10 Desember.

Suhu udara diprediksi berkisar 18–32 derajat Celsius, kelembapan 60–95 persen, dan kecepatan angin 5–30 kilometer per jam.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca ekstrem berupa banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di daerah bertopografi curam dan sepanjang aliran sungai.

“Kami mengimbau perangkat daerah hingga tingkat desa proaktif dalam mitigasi bencana, memastikan sistem drainase dan kesiapan tanggap darurat dalam kondisi optimal,” pungkas Teguh.(den/d)