BERITA UTAMAInfrastruktur

Warga ‘Udunan’ Perbaiki Jembatan

LENGKONG , RADARSUKABUMI.com – Warga Kampung Tegaldatar, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong gotong royong memperbaiki jembatan gantung Tegaldatar, kemarin (18/8). Pasalnya, jembatan yang menghubungkan Kampung Tegaldatar dengan Kampung Cikaler itu, kondisinya memprihatinkan dan nyaris ambruk. Jembatan yang melintasi sungai Cikaso Cikaler ini merupakan akses warga menuju tempat publik.

Ketua RT 19, Kampung Tegaldatar, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Rully Nurdiansyah mengatakan, jembatan yang rusak parah itu memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 1,5 meter. Banyak kayu yang sudah lapuk dan terlepas dari badan jembatan serta besi penyangga pun sudah mulai berkarat. Bila melintasi jembatan ini, baik warga sekitar maupun pendatang harus ekstra hati-hati.

“Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, kami kerja bakti memperbaiki jembatan ini dengan peralatan seadanya,” kata Rully kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya.

Jangan Lintasi Jembatan Tegal Datar

Perbaikan jembatan gantung ini, sambung Rully, dengan bahan dan dana yang seadanya hasil dari iuran masyarakat sekitar. “Kami lakukan ini bukan berarti kami mampu, tetapi karena ini merupakan akses terdekat satu-satunya warga di sini menuju tempat publik. Untuk itu, kami berharap pemerintah bisa memperhatikan dan membantu pembangunan jembatan ini,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang tokoh masyarakat di Kampung Tegaldatar, RT 19/5, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Bejo (60) mengatakan, di jembatan yang kondisinya sudah rusak ini sering terjadi kecelakaan. Meskipun tidak sampai memakan korban jiwa, tetapi tidak sedikit warga yang terluka akibat terperosok saat melintas. “Sekarang jembatan ini terancam roboh akibat kondisinya yang sudah tua. Apabila itu terjadi, tentu warga di sini terancam terisolir. Kami berharap, jembatan ini segera diperbaiki,” jelasnya.

Selama ini, jembatan gantung Tegaldatar merupakan sarana penunjang kelancaran aktivitas masyarakat setempat. Ia pun menyatakan apabila jembatan itu putus, maka otomatis aktivitas sehari-hari warga akan lumpuh total. “Warga kalau melintasi jembatan ini, pasti akan merasa was-was karena takut terperosok. Untuk itu, kami berharap jembatan yang sangat penting ini bisa segera diperbaiki,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Lengkong, Agung Budiman membenarkan soal kondisi jembatan gantung Tegaldatar yang nyaris ambruk tersebut. Menurutnya, jembatan gantung itu sudah lama tidak digunakan warga sekitar. Lantaran, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sudah membangun jembatan permanen yang lokasinya tidak jauh dari jembatan yang rusak tersebut. “Kami sudah membangun jembatan permanen pada 2017 lalu dengan anggaran yang bersumber dari APBD sebesar Rp1,5 miliar. Jembatan itu bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat. Memang jembatan Tegaldatar itu tidak lagi digunakan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Desa Neglasari untuk tidak melintasi jembatan gantung Tegaldatar yang rusak itu, karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Saya berharap warga bisa memanfaatkan jembatan permanen yang sudah dibangun pemerintah itu. Ya, jaraknya juga tidak jauh dari jembatan Tegaldatar hanya sekitar 300 meter,” pungkasnya.

 

(Den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button