Warga Terdampak Pergerakan Tanah Suradita Gegerbitung Mulai Stres

  • Whatsapp
MEMPRIHATINKAN : Suasana warga terdampak dari bencana pergerakan tanah saat menerima bantuan di tempat pengungsian semantara.

GEGERBITUNG — Kondisi warga terdampak dari bencana pergerakan tanah di Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, kian memprihatinkan. Bagaiman tidak, puluhan Kepala Keluarga (KK) yang berada di Kampung Balekambang dan Kampung Suradita itu, kini tidak sedikit warga yang merupakan warga terdampak dari bencana alam itu banyak yang mengalami stres, setelah mereka dievakuasi ke tempat pengungsian sementara.

Camat Gegerbitung, Yanti Budiningsih mengatakan, saat ini kondisi pergerakan tanah yang menerjang wilayah yang tengah dipimpinnya itu, semakin meluas. Bahkan, jumlah warga yang dievakuasi petugas gabungan terus bertambah setiap harinya. “Dari jumlah total 239 KK di Kedusunan Suradita itu, kini sudah ada sekitar 49 KK yang sudah dievakuasi ke lokasi lebih aman,” jelas Yanti kepada Radar Sukabumi, Minggu (17/01/2021).

Bacaan Lainnya

Puluhan KK ini, sambung Yanti, telah dievakuasi oleh petugas gabungan ke SMPN 2 Gegerbitung dan SDN Ciengang. Dua lokasi ini, telah disepakati oleh pihak Dinas Pendidikan dan pemerintah desa serta tokoh masyarakat, untuk dijadikan sebagai tempat evakuasi sementara. “Berdasarkan rapat kesepatan penetapan status bencana alam di wilayah Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, terhitung Jum’at 15 Januari sampai 21 Januari 2021, maka statusnya menjadi siaga darurat bencana,” ujarnya.

Kini pihaknya mengaku dilema. Lantaran, masa darurat siaga bencana tersebut hanya tujuh hari dan setelah satu pekan itu berakhir, maka puluhan KK yang kini tinggal di tempat pengungsian sementara tersebut, harus kembali ke rumahnya masing-masing atau ketempat yang dinilai lebih aman untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Iya, saya pikir awalnya itu mereka ini bisa langsung direlokasi, tetapi faktanya tidak bisa. Lantaran, relokasi itu harus kondisi rumah warga terdampaknya ambruk. Jadi saya juga bingung kenapa harus menungggu rumah warga itu ambruk dulu baru bisa direlokasi. Iya, tentunya kebijakannya itu tidak sesuai harapan. Iya, harapan saya itu sebelum jatuh korban, makanya warga itu di relokasi,” bebernya.

Bukan hanya itu, ujar Yanti, warga kini yang tinggal di tempat pengungsian sementara tersebut, juga kini tengah mengalami stres dan tidak sedikit warga yang terdampak dari bencana pergerakan tanah tersebut, juga banyak yang mengalami sakit.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *