Wamen ATR Tinjau Potensi Pembangunan Jawa Bagian Selatan, Ini Pernyataanya

BERKUNJUNG: Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra saat mengunjungi Sukabumi.

SUKABUMI — Pembangunan infrastruktur di wilayah Jawa Bagian Selatan atau yang biasa disebut dengan JBS, mulai difokuskan lagi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal Ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan dan ketimpangan antara Jawa Bagian Utara dan Jawa Bagian Selatan. Salah satu wilayah yang berpotensi dalam mendukung pembangunan Jawa Bagian Selatan adalah wilayah Sukabumi.

Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra mengatakan, untuk melakukan pembangunan di wilayah Sukabumi, terdapat tantangan yang cukup berat yaitu Sukabumi merupakan wilayah rawan bencana.

Bacaan Lainnya

“Kalau di sini saya kira tantangan terberatnya karena ini daerah rawan bencana jadi memang perlu menjadikan bencana itu bagian integral dari perencanaan pembangunan di sini, gak bisa asal. Nah, untuk bisa menjadi bagian integral harus paham peta geologisnya, data geologisnya, dan detail itu bisa nanti dikombinasikan dengan rencana tata ruang, jadi digabung di situ jadi sudah memahami itu, tata ruang langsung menata yang akan diikuti dengan pelaksanaannya yang efektif,” jelas Surya Tjandra.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa daerah rawan bencana bukan berarti sama sekali tidak dibangun, tetapi bisa dilakukan dengan strategi mitigasi di awal perencanaan.

“Dengan dasar itu kita akan punya dan bisa mengidentifikasi program-program terobosan yang memiliki multi player effect, bentuknya macam-macam apakah misalnya perkebunan, komoditas tertentu atau kawasan ekonomi khusus dengan pelayanan tertentu atau produk unggulan yang mau dikejar,” lanjut Wamen ATR/Waka BPN.

Untuk mendukung pembangunan Jawa Bagian Selatan, Wamen ATR/Waka BPN melihat wilayah Sukabumi memiliki potensi dan peluang karena ada beberapa program strategis nasional seperti pembangunan jalan tol dan pelaksanaan Reforma Agraria. “Saya rasa di sini cukup punya banyak peluang karena ada beberapa program strategis nasional seperti pembangunan jalan tol Bocimi, kalau jadi itu akan sangat mengakselerasi,” kata Surya Tjandra.

“Karena tantangan orang mau ke sini juga karena infrastrukturnya yang belum begitu baik sehingga terjadi kemacetan, tapi kata Pak Kakan macet ini disebabkan karena banyak sumber alam, artinya potensinya besar tapi harus dibantu pembangunan infrastruktur supaya lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.