Walikota Sukabumi Fahmi Sosialisasikan Barang kena Cukai Hasil Tembakau

Cukai

SUKABUMI– Penerimaan negara yang bersumber dari penerimaan cukai dan rokok dan sejenisnya mencapai Rp. 187 triliun.

” Kita berharap, kalau pun masyarakat menjual atau pun mereka membeli rokok pastikan rokok yang dijual atau dibeli adalah rokok yang legal,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi, Senin (14/8)

Bacaan Lainnya

Dalam sosialisasi tersebut, di garda terdepan Pemkot mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Pemadam Kebakaran. Fahmi mengatakan semua agar dari sisi kesehatan lebih terjaga dan dari sisi potensi pendapatan negara juga bisa kita jaga. Kegiatan perdana digelar di Kecamatan Cibeureum.

“Cukai hanya barang-barang tertentu. Yang berhubungan dengan hasil tembakau yang kena cukai adalah sigaret, cerutu, rokok daun, elektrik dan tembakau,” ujarnya.

Masih kata dia, barang-barang yang berhubungan dengan tembakau, Cukai menjadi bagian penerimaan dan pendapatan negara dan berdampak bagi pembangunan dan kesejahteraan.

“Sama seperti hidup dalam keluarga, pengelolaan keuangan negara pun mirip seperti mengelola keuangan keluarga dengan volume yang berbeda. APBD Kota Sukabumi, hanya Rp1,3 triliun,” terangnya.

Salah satu daerah yang keuangannya tidak besar . Ada dari PAD, ada yang sifatnya dana bagi hasil, ada yang dari bantuan provinsi Jawa Barat, tambahnya. Dari jumlah Rp1,3 triliun itu sumbernya ada tiga, bantuan pusat, pemprov dan PAD. PAD dari pajak, reklame, perizinan. Kecil hanya sekitar 20 persen dari total APBD Kota Sukabumi.

Itulah penyebab kenapa memiliki ketergantungan yang kita pada pusat dan provinsi. “Meskipun di dua tahun terakhir, kita lebih memasifkan dan meningkatkan PAD dengan berbagai pendekatan dan inovasi,” ungkapnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *