“Jadi 3 bulan sebelum kurban, kami memberdayakan para peternak termasuk peternakan penggembukan domba untuk kebutuhan kurban tahun 2021. Saat itu program kerjasama ini kita bekerjasama dengan para peternak rakyat di Jawa Barat,” ungkapnya.
Teknisnya, sambung dia, pihaknya membeli domba dari peternak untuk dilanjutkan ke proses penggemukan. Dalam kerjasama ini, perusahaannya juga memberikan suport operasional saat kurban tiba.
“Kami yang membeli domba itu dan diserahkan kembali ke peternak untuk dipotong bagi masyarakat sekitar kelompok ternak.
Namun ternyata, dalam praktiknya tidak semua domba yang sudah dibeli disembelih tetapi ada rekayasa, melalui foto seolah oleh telah disembelih,” tegasnya.
“Tentu ini merugikan bagi kami. Selain itu domba yang tidak terjual, secara fisik tidak pernah ada. Kami mengalami kerugian miliaran rupiah akibat proses kerjasama domba dengan oknum peternak itu,” tandasnya. (ris/t)






