SUKABUMI — Muhammad Dalvin (12) pelajar Sekolah Dasar (SD) Asal Kadudampit dikabarkan meninggal dunia usai Divaksin, pada Jumat (21/01) dini hari.
Keluarga korban, Deri Ardiansyah (36) warga Kampung Citamiang, RT 05/01, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit mengatakan, bahwa peristiwa ini bermula saat sepupunya ini telah mengikuti program gebyar vaksin anak di Gedung MI Citamiang, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit oleh tim vaksinator dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kadudampit pada Sabtu 15 Januari 2022 lalu.
“Sewaktu itu, keponakan saya ini dalam keadaan sehat walafiat. Bahkan, ia bersemangat ketika akan ikut divaksin di sekolah bersama teman-temannya,” kata Deri.
Setelah korban mengikuti vaksinasi dosis pertama tersebut, ujar Deri, suhu tubuh korban mulai mengalami panas. Namun, tidak terlalu tinggi. Hal tersebut terjadi hingga pada Minggu 16 Januari 2022.
“Nah, pada Senin 17 Januari 2022 itu, korban sempat pergi ke sekolah. Namun pada pukul 10.00 WIB, sepupu saya ini diantarkan pulang oleh gurunya karena kondisinya demam tinggi,” paparnya.
Sewaktu korban pulang dari sekolah yang diantarkan oleh gurunya ini, kondisi kesahatannya mulai memprihatinkan. Khususnya, pada kondisi demamnya mulai tinggi. Bahkan, pada Selasa 18 Januari 2022, korban mengalami panas tinggi. Bahkan, tingkat kesadaran korban menurun, tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB. Karena khawatir dengan kondisi korban yang semakin memburuk akhirnya pada pukul 22.00 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Betha Medika Cisaat, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjtut.
“Korban mengalami diare berwarna hitam dan kesadaran semakin menurun. Tidak lama setelah itu, pada hari ini tepatnya sekira pukul 03.15 WIB, keponakan saya meninggal dunia di Rumah Sakit Betha Medika Cisaat,” tandasnya.






