BERITA UTAMA

Usai Divaksin, Pelajar SD di Kadudampit Sukabumi Meninggal Dunia

×

Usai Divaksin, Pelajar SD di Kadudampit Sukabumi Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman
BERDUKA : Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman didampingi Camat Kadudampit, Yanti Budiningsih saat berkunjung ke rumah keluarga duka, Muhammad Dalvin (12) yang meninggal usai divaksin pada Jumat (21/01).

Menurut Deri, hasil pemeriksaan tim medis menyebutkan, bahwa korban telah meninggal dunia karena akibat dari HB dan trombositnya menurun. Tidak lama setelah itu, saat ini korban langsung dilakukan pemulasaraan untuk dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka.

Bank bjb Tandamata

“Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian sebagai takdir dari Allah SWT. Namun kondisi kedua orang tuanya hingga saat ini masih drop dan belum bisa memberikan keterangan dan masih lemas terbaring. Iya, kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pemerintah yang sudah membantu dan sudah datang ke sini untuk melayad ke rumah duka,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kadudampit, Yanti Budiningsih menjelaskan, pihaknya mengaku tidak tahu secara pasti terkait kematian seorang pelajar ini, penyebabnya akibat dari vaksinasi atau bukan.

“Iya, kita belum tahu apa korban ini, meninggal karena Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) pada vaksinasi Covid-19 atau bukan. Karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak rumah sakit, “terangnya.

“Untuk itu, saat ini tim medis tengah melakukan penelitian untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian seorang pelajar tersebut. apabila kematian korban ini penyebabnya dari vaksinasi, saya kira kita semua juga sudah mati dong dan itu sama juga dengan suntik mati. Karena SOP yang dilakukan oleh tim vaksinator sudah selesai dan sudah dilakukan dan hasil screning itu tidak ditemukan masalah kesehatan dan anak dalam kondisi sehat. Sehingga layak untuk di vaksin,” kata Yanti.

Masih kata Yanti, bahwa program gebyar vaksinasi itu, sengaja dilakukan yang merupakan upaya ikhtiar bersama dengan tujuan untuk menjaga agar masyarakat ini tidak keterpaparan virus corona atau Covid-19. Namun, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau di luar harapan, tentu saja dirinya mengaku ini merupakan sebagai kelemahan manusia.

“Iya, mungkin saat dilakukan screaning kita tidak mengetahui anak itu memiliki penyakit bawaannya yang tidak terdeteksi, bisa saja itu terjadi. Tapi ini hanya asumsi saya, namun lebih jelasnya kita tunggu saja dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Betha Medica dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, kita bisa mengetehui secara jelas,” paparnya.