SUKABUMI – Proyek reaktivasi jalur kereta api Sukabumi–Cianjur–Padalarang akan menggunakan jalur baru di segmen Cipatat–Padalarang. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Transportasi Dishub Jabar, Tata Bina Udin, usai peninjauan lapangan bersama Kementerian Perhubungan, PT KAI, dan Pemkab Bandung Barat, Kamis (11/12/2025).
Peninjauan dilakukan dari Stasiun Cipatat hingga Stasiun Sasak Saat, yang masuk dalam jaringan rel eksisting rute Jakarta–Bandung. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa jalur lama tak lagi layak digunakan sepenuhnya karena perubahan kondisi lapangan.
“Teknologi kereta saat ini membutuhkan standar jalur yang lebih modern. Maka dari itu, pembukaan jalur baru menjadi opsi terbaik,” ujar Tata.
Dari total 13 kilometer lintasan Cipatat–Padalarang, sekitar 9 kilometer akan dibangun sebagai jalur baru, melintasi kawasan pertanian dan perkebunan. Saat ini, Kementerian Perhubungan tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan.
Tahap konstruksi fisik dijadwalkan dimulai pada 2028–2029, setelah proses pembebasan lahan rampung pada 2027–2028. Tata menegaskan bahwa penetapan trase dan perencanaan lainnya masih dalam proses.
“Jika semua berjalan lancar, jalur ini akan menjadi penghubung vital yang memperkuat konektivitas kereta api di Jawa Barat, sekaligus membuka akses ekonomi dan mempersingkat waktu tempuh,” jelasnya.




