Update Gempa Sukabumi, Tiga Kecamatan Terdampak, Begini Kodisinya

Gempa Sukabumi
DITINJAU : Petugas gabungan saat meninjau lokasi rumah warga yang terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Ciambar, tepatnya di Kampung Panagan, RT 05/RW 09, Desa Cibunarjaya pada Kamis (07/12).(foto : ist)

SUKABUMI — Guncangan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,8 yang berupusat 22 kilometer Tenggara Kota Sukabumi pada Kamis (07/12) sekira pukul 07.50.57 WIB, menyebabkan sejumlah kerusakan rumah penduduk di wilayah Kecamatan Nagrak dan Kecamatan Ciambar serta Kecamatan Parakansalak.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria dalam laporannya mengatakan, berdasarkan asessment petugas penaggulangan bencana kecamatan (P2BK) Kecamatan Nagrak, terdapat dua rumah warga yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dua rumah warga yang mengalami kerusakan itu, berada di wilayah Kampung Bojong Kawung, RT 001/ RW 008, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak,” kata Sandra pada Kamis (08/12).

Dua rumah warga yang rusak di wilayah Kecamatan Nagrak itu, diketahui milik Cepi dan Babas. Kedua rumah tersebut mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan. “Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa gempa bumi di wilayah Kecamatan Nagrak itu,” paparnya.

Sementara, untuk warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Ciambar, tepatnya di Kampung Panagan, RT 05/RW 09, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, sebuah rumah milik Iis yang diisi satu kepala keluarga (KK) atau tiga jiwa mengalami rusak sedang.

“Hasil peninjauan petugas dilapangan, kerusakan dampak gempa bumi di Ciambar itu mengakibatkan bangunan roboh pada bagian dinding kamar tidur dan kamar mandi,” ujarnya.

Selain itu, wilayah terdampak di wilayah Kecamatan Parakansalak, tepatnya di Kampung Cikoredas, RT 02/RW 08, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, menyebabkan dinding bangunan sekolah MTs Cikoredas retak-retak.

“Petugas BPBD dilapangan bersama petugas gabungan lainnya, sudah meninjau ke lokasi bencana untuk asessment dan memberikan imbauan,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, jumlah kerusakan sejumlah rumah warga di beberapa kecamatan ini, merupakan data sementara dan dimungkinkan jumlahnya masih bisa berubah atau bertambah.

“Petugas P2BK yang bertugas di setiap kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, masih terus memonitoring wilayahnya masing-masing. Nanti, jika ada laporan soal dampak gempa bumi itu, akan kami beritahukan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung, Teguh Rahayu kepada Radar Sukabumi menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,09° LS ; 106,95° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 122 km.

“Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah, akibat adanya deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa Benioff,” jelasnya.

Pos terkait