Dirinya menyebut, selain 20 buruh yang mengontrog perusahaan, sedikitnya ada 50 mantan buruh juga yang bernasib sama dengannya. Makanya kedatangan ia kali ini juga mewakili mantan buruh yang lain.
“Cukup kesal memang selama ini, perusahaan terkesan menarik ulur pembayaran upah kami. Teman kami di luar juga merasakan hal yang sama,” keluhnya.
Adapun audensi yang dilakukan dengan pihak perusahaan yang dimediasi oleh Mupika Cicurug tidak memuaskan harapan buruh, sehingga secara terpaksa pihaknya naik ke lantai dua yang merupakan ruangan manajemen perusahaan.
“Kami hanya ingin hak kami langsung dibayar saja, tidak butuh janji-janji. Upah itu amat berharga bagi,” tutup mantan karuawan bagian Quality Cobtrol (QC) itu.
Sementara itu, salah satu pihak perusahan yang enggan dikorankan namanya menambahkan, bahwa pihak perusahaan tengah mengambil uang untuk pembayaran upah karyawan. “Ini sedang diambil oleh pihak perusahaan untuk bayar eks karyawan,” singkatnya. (cr15/d)



