RADARSUKABUMI.com – Seperti diprediksi sebelumnya, hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMA di Kota dan Kabupaten Sukabumi mengalami kendala.
Beberapa sekolah terganggu jaringan, meski beruntung cepat teratasi sehingga ujian berjalan kembali.
“Tadi ada beberapa yang terkendala jaringan, tetapi cepat teratasi jadi tidak begitu terpengaruh,” beber Kepala Seksi Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah V Provinsi Jawa Barat (Jabar), Nonong kepada Radar Sukabumi, kemarin (1/4).
Pelaksanaan UNBK tingkat SMA di Sukabumi sendiri, diikuti 12.186 pelajar. Dimana, sebanyak 2.833 berasal dari SMAN dan swasta Kota Sukabumi dan Kabupaten sebanyak 9.353 pelajar.
“Alhamdulilah, persiapan dari sebelum-seblumnya sudah kita lakukan, sama seperti SMK, untuk SMA juga kita sudah persiapakan secara maksimal,” tuturnya.
Ia berharap, terselenggaranya kegiatan UNBK SMA yang berkualitas. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun hasil.
Tentunya, penyelenggaraan UNBK berkualitas, didukung oleh kesiapan sumber daya yang siap. Untuk itu, Cabang Dinas V berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan UNBK.
“Hasil UNBK peserta didik diharapkan meningkat. Rata-rata nilai peserta didik ditargetkan mengalami peningkatan tahun ini,” harap Nonong.
Sedangkan, UNBK tingkat SMA tahun ini tidak dapat dirasakan oleh seluruh siswa di Sukabumi. Salah satunya, di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Budi Nurani, Kota Sukabumi. Para siswanya masih melaksanakan Ujian Berbasis Pensil Kertas (UNKP).
Kepala SLBB Budi Nurani, Mulyani mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional disekolah itu sama serentaknya dengan sekolah lainnya. Hanya saja, tidak berbasis komputer melainkan masih menggunakan pensil dan kertas.
“Tahun ini jumlah siswa yang mengikuti UNKP sebanyak delapan orang dengan jenjang tuna rungu. Sementara untuk tuna netra SLB C, tahun ini tidak ada murid yang mengikuti ujian nasional,” ucapnya saat ditemui di sekolahnya yang berada di Jalan Lio Balandongan No.12, Sudajayahilir, Kecamatan Baros Kota Sukabumi.
Mulyani menambahkan, lantaran jumlah siswanya hanya delapan orang, UNKP dilakukan hanya satu sesi yakni pada pukul 07.00-10.30 WIB dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini, ia pun hanya berharap siswanya bisa lulus, dan dinilai setara dengan sekolah umum lainnya.
Sementara itu, di MAN 2 Kota Sukabumi UNBK hari pertama berjalan lancar. “Alhamdulilah, untuk MAN 2 hari pertama lancar baik komputernya, token paswod hingga listriknya lancar.
Mengatasi masalah listrik, kami menyiapkan genset dengan kekutan 65 Kva dan peserta ujian dari sesi 1-3 hadir semua,” tutur Kepala MAN 2, Isep.
Ia menyebutkan, hari pertama pihaknya mendapat kunjungan dari Kepala Kemenag Kota Sukabumi, kemudian monitoring dari Kantor Wilayah Propinsi Jawa Barat dari Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Provinsi Jawa Barat. (wdy)






