UMMI dan UNIDA Jalin Kerjasama Pertukaran Mahasiswa

  • Whatsapp
SEMANGAT : Sejumlah mahasiswa Prodi Adminisrasi Publik FIAH UMMI  mengikuti pelajaran dari dosen FISIP UNIDA Bogor. (UMMI for Radar Sukabumi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Universitas Muhammdiyah Sukabumi (UMMI) kembali  menjalin kerjasama program pertukaran mahasiswa dengan Universitas  Djuanda (UNIDA) Bogor.

Program yang dijalankan oleh Program Studi (Prodi) Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora (FIAH) UMMI bersama Prodi Ilmu Administrasi Publik FISIP UNIDA Bogor tersebut, sebagai bentuk implementasi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui sebelumnya, Prodi Administrasi Publik FIAH UMMI lolos seleksi penerima hibah program MBKM dari Kemendikbud.

Ketua Prodi Ilmu Administrasi Publik UMMI, M. Rijal Amirulloh mengatakan, program pertukaran mahasiswa yang dilakukan Administrasi Publik UMMI bersama UNIDA itu sudah berjalan selama dua minggu.

“Memang benar, program ini dilakukan dalam rangka mengimplentasikan program Kemendikbud tentang MBKM,” ujar Ketua Prodi Ilmu Administrasi Publik UMMI, M. Rijal Amirulloh melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Minggu (28/2).

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 11 mahasiswa semester 6 dari Administrasi Publik UMMI, terpilih dalam program
pertukaran mahasiswa ke Administrasi Publik UNIDA. Sedangkan dari UNIDA sendiri mengirimkan 23
mahasiswanya yang berasal dari prodi yang sama.

“Karena situasi masih pandemi jadi untuk masing-masing perkuliahan baik dari UMMI maupun UNIDA untuk
belajarnya kia masih daring, dan ini sudah berjalan lancar selama dua minggu,” terangnya.

Lebih lanjut rijal menambahkan, program pertukaran mahasiswa tersebut berjalan selama satu semester saja, yaitu di semester 6. Untuk mengikuti program tersebut, mahasiswa Administrasi Publik UMMI mendaftar ke bagian prodi. Kemudian memilih mata kuliah yang ada di UNIDA. Kemudian mata kuliah yang dipilih UNIDA tersebut menjadi konfensi mata kuliah yang ada di Administrasi Publik UMMI.

“Kalau dari Kemendikbud sendiri, kebijakan MBKM ini kan kebijakannya 3 semester, di UMMI kebijakannya 3
semester itu yaitu semester 5, 6 dan 7 kalau di Administrasi Publik UMMI semester 5 itu kita magang atau  kita
biasa sebut riset dan praktek administrasi (ristik), sementara di semester 6 kuliah di luar program studi/pertukaran pelajar, baik di internal  kampus beda prodi maupun di ekternal kampus,” ujarnya.

Program MBKM Kemendikbud ada delapan pilihan  yang bisa dipilih oleh setiap kampus. Diantaranya program
magang, proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian/riset, kegiatan kewirausahaan,
studi proyek independen dan proyek kemanusiaan.

“Untuk magang sudah kita lakukan selama dua tahun ini di Kedutaan Besar di Malaysia,” tambahnya.

Rijal berharap dari program MBKM ini, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa untuk dapat berkembang
menyesuaikan dengan tantangan zaman.

“Ke depan kita targetkan minimal 30 % mahasiswa administrasi publikbsetiap angkatannya mengikuti program MBKM baik pertukaran pelajar, magang ataupun lainnya. (wdy)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *