Sementara untuk daerah Kabupaten Sukabumi yang rentan bencana longsor, tepatnya di lokasi lintasan KA, dirinya mengaku terdapat tiga titik. Yakni, di wilayah Parungkuda dan Cicurug serta wilayah Cibadak.
“Tapi untuk titik lokasi rawan longsor itu, belum kita ketahui secara rinci. Namun yang jelas ada di tiga kecamatan itu,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, sebelum pengaktifan kembali jalur KA Pangrango Sukabumi – Bogor, dirinya juga meminta kepada PT KAI untuk memprioritaskan pengkajian persimpangan sejalur atau rel Keeta Api yang dijadikan lintasan kendaraan roda dua dan roda empat.
“Posisinya di kita itu ada 13 titik, itu terdiri dari jalan nasional, jalan kabupaten, hingga jalan desa. Namun, kalau untuk kendala lainnya, secara umum tidak ada tapi secara teknis sedang dilakukan pengakajian,” imbuhnya.
Keberadaan KA Pangrango Sukabumi – Bogor ini, sangat didambakan warga Sukabumi. Sebab, selain diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, juga dapat meminimalisir terjadinya kemecetan arus lalu lintas jalur Sukabumi – Bogor. Terlebih lagi, akses lalu lintas jalur Cibadak – Cicirug itu, kerap sekali terjadi kemacetan.(*)






