Turis Sukabumi Pilih Cancel Gara-gara Tarif Masuk Candi Borobudur Bakal Naik Rp750.000

Candi Borobudur
Ilustrasi Candi Borobudur

“Nanti akan disediakan alas kaki khusus. Lalu, turis juga akan dipandu oleh tour guide lokal dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) yang tersertivikasi. Karena saat ini, hasil studi dan uji konservasi, kondisi bebatuan bangunan Candi Borobudur itu mulai menipis. Sehingga diperlukan adanya pemeliharaan terhadap salah satu bangunan warisan dunia tersebut,” jelas Rizal.

Bacaan Lainnya

Rizal yang juga owner PT Barokah Tour and Travel juga tidak memungkiri bahwa kebijakan Menteri Luhut membuat kaget konsumen calon wisatawan ke Candi Borobudur. Untuk itu, pihaknya perlu menyampaikan bahwa wisatawan tetap bisa mendatangi Candi Borobudur.

“Sebenarnya tetap bisa masuk. Cuma tidak bisa ke bangunannya langsung. Jadi kalau cuma untuk foto-foto dengan latar belakang Candi Borobudur saja bisa,” terang Rizal.

“Kalau konsumen saya, akan saya berikan pemahaman. Maka kalau yang mau tetap ke Candi Borobudur tapi cuma dari luar, mangga. Kalau tidak, kami tawarkan yang lain. Karena saat ini, yang terkenal saat ini tidak hanya Borobudur saja. Ada banyak desa wisata di sekitar sana yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dan kita di Sukabumi perlu belajar soal itu juga,” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Ketua Asosiasi Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) Jawa Barat, Mochammad Agus Ramdhan melontarkan hal senada. Agus menyamakan kondisi Candi Borobudur dengan Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi yang sama-sama diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

“Memang perlu dipahami bahwa kondisi bebatuan Candi Borobudur itu mulai menipis. Maka saya mengira, kebijakan tarif masuk tersebut untuk menjaga kelestariannya. Tapi kalau dari sisi travel agen, memang berdampak pula. Biasanya masuk ke dalam hingga bangunan cukup Rp50.000 saja, sekarang naik jadi Rp750.000,” kata Agus.

Namun jika dihubungkan dengan Geopark Ciletuh yang saat ini dalam proses revalidasi dari UNESCO, pemerintah harus mulai berpikir dan belajar dari kejadian Candi Borobudur. “Apa-apa saja yang ada di Geopark Ciletuh yang sekiranya perlu perawatan khusus, maka itu harus dianggarkan. Lalu apa yang kurang harus ditambah. Apa yang perlu ditingkatkan, harus ditingkatkan. Karena ini bagian dari upaya pelestarian cagar budaya,” pungkas Agus. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan