BERITA UTAMA

Tragedi Tandu di Jampangtengah Sukabumi, Infrastruktur Jadi Taruhan Hidup

×

Tragedi Tandu di Jampangtengah Sukabumi, Infrastruktur Jadi Taruhan Hidup

Sebarkan artikel ini
Di atas tandu bambu, seorang ibu bertaruh nyawa. Bayinya tak terselamatkan karena ambulans terhalang jalan rusak. Infrastruktur bukan sekadar akses, tapi soal hidup dan mati.
Di atas tandu bambu, seorang ibu bertaruh nyawa. Bayinya tak terselamatkan karena ambulans terhalang jalan rusak. Infrastruktur bukan sekadar akses, tapi soal hidup dan mati.

SUKABUMI – Tragedi memilukan kembali menyingkap buramnya wajah infrastruktur di pelosok Kabupaten Sukabumi. Sebuah video viral memperlihatkan warga Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, menandu seorang ibu yang baru melahirkan di atas jalan kabupaten yang rusak parah.

Di tandu bambu beralas kain sarung, sang ibu berjuang melawan kontraksi pasca-persalinan. Namun, bayi yang baru dilahirkan tak terselamatkan. Ambulans yang diharapkan datang tertahan jauh dari lokasi karena kondisi jalan mustahil dilalui kendaraan roda empat.

Bank bjb Tandamata

“Karena jalan rusak parah, warga terpaksa menandu pasien sekitar 800 meter menuju kendaraan medis,” ujar Galih (25), warga setempat, Minggu (8/2/2026).

Galih menuturkan, bayi lahir tanpa suara dan membutuhkan penanganan segera. Namun, keterlambatan ambulans akibat akses jalan membuat upaya penyelamatan gagal. “Melahirkannya lancar, cuma bayinya pas keluar tidak bersuara. Ambulans telat datang karena jalan rusak. Bayi meninggal beberapa jam setelah dilahirkan,” ungkapnya dengan nada getir.

Bagi warga Cidahu, jalan rusak bukan sekadar hambatan mobilitas, melainkan ancaman nyata terhadap nyawa dan ekonomi. Petani pun mengeluhkan biaya angkut hasil bumi yang membengkak akibat rusaknya ruas jalan Leuwiliang–Parakanlima hingga Bojongtipar.

Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Jampangtengah, Robi Ferdian, membenarkan jalur tersebut merupakan jalan kabupaten. “Benar, itu jalan kabupaten. Kami sudah mengusulkan perbaikan ke Dinas PU. Mudah-mudahan segera terwujud agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya singkat.(den/d)