Sementara itu, Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana alias Jaro Midun, mengatakan pelayanan desa dilakukan secara darurat karena kantor desa rusak dan berkas penting hanyut terbawa banjir.
“Data offline hilang, tapi sebagian masih tersimpan di sistem online. Untuk sementara, pelayanan tetap berjalan dengan fasilitas yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pendataan kerusakan rumah masih berlangsung karena RT dan RW masih fokus membersihkan rumah masing-masing. “Di Kampung Tugu, sekitar 460 rumah dari 500 KK terendam banjir. Data kendaraan terdampak belum dihitung,” pungkasnya.(ndi/t)






