Tiga Bulan Tak Kunjung Diperbaiki

  • Whatsapp
TAK MAKSIMAL: Seorang petani saat menunjukan air yang mengalir dari Bendungan Leuwi Leungsir tidak maksimal.

JAMPANGTENGAH, RADARSUKABUMI.com – Tiga bulan lalu, Bendungan Leuwi Leungsir di Kedusunan 3 Cibeletong, Kampung Cirawa, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah jebol akibat diterjang banjir bandang.

Meskipun kejadian ini sudah lama, namun hingga kini bendungan itu belum juga diperbaiki. Warga pun mengeluh, karena sedikitnya delapan hektare sawah warga selama ini tidak terairi maksimal. Mereka pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaikinya.

Bacaan Lainnya

Salah seorang petani setempat, Maman (43) mengatakan, dampak dari jebolnya saluran bendungan tersebut, lahan pertanian banyak yang tidak bisa ditanami padi. Lantaran, air dari sungai Cikurutug tidak sampai ke area pesawahan warga.

“Bendungan Leuwi Leungsir ini untuk mengairi lahan pertanian seluas 20 hektare. Namun karena bendungannya jebol, ada sekitar delapan hektare tidak bisa ditanami padi,” kata Maman kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, kemarin (8/9).

Saluran bendungan Leuwi Leungsir, sambung Maman, selain digunakan untuk mengairi lahan pertanian, juga banyak dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.

“Setelah bendungan ini, jebol warga di sini tidak bisa bertani secara maksimal karena air untuk mengairi pesawahan mereka tidak sampai ke lokasi,” paparnya.

Ketua Kelompok Tani, Desa Nangerang, Ikoh Solihin (49) mengatakan, jebolnya aliran bendungan itu berdampak pada lahan pesawahan warga. Bahkan menurutnya, terdapat beberapa lahan yang kondisinya retak-retak lantaran lahan pesawahanya tidak teraliri air dalam waktu cukup lama.

“Kami sudah mengajukan permohonan untuk bantuan perbaikan bendungan ini, kepada pemerintah desa dan Kecamatan Jampangtengah. Namun hingga saat ini, belum juga terealisasi,” katanya.

Untuk mengantisipasi ancaman gagal panen, puluhan petani di Kedusunan 3 Cibeletong menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki saluran bendungan tersebut dengan peralatan seadanya.

“Kami sudah perbaiki bendungan ini dengan swadaya. Namun, perbaikan melalui pemasangan beronjong batu itu, dikhawatirkan tidak akan bertahan lama,” bebernya.

Sebab itu, ia bersama warga lainnya meminta kepada pemerintah supaya segera membangun kembali bendungan Leuwi Leungsir yang jebol tersebut. Sehingga lahan pertanian di wilayahnya dapat dikelola secara maksimal.

“Karena bendungan ini jebol, maka sebagian warga di Kedusunan 3 Cibeletong sementara waktu ini beralih dari padi ke tanaman palawija. Ini karena lahan pesawahan warga tidak terairi. Tanaman palawija ini tidak begitu membutuhkan air,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Jampangtengah, Kusyana mengatakan, pemerintah Kecamatan Jampangtengah sudah melaporkan kondisi bendungan yang jebol tersebut kepada Dinas Pertanian dan PU Kabupaten Sukabumi.

“Kami sudah melaporkan mengenai bendungan itu, namun untuk waktunya kapan perbaikan bendungan dilakukan, kami belum mengetahuinya,” singkatnya.

(Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *