Sementara itu, Dedi Sapari (40) yang merupakan pemilik rumah yang terbakar, mengaku, pihaknya tidak mengetahui adanya peristiwa kebakaran yang telah menghanguskan rumah permanen miliknya tersebut. “Saya baru tahu sekarang. Sebab, saat kejadian saya tengah berada di perjalanan dari Bogor,” katanya.
Pihaknya mengaku sedih. Lantaran, bangunan rumah yang disisi oleh empat jiwa tersebut, hangus dilalap si jago merah. “Beruntung, saat kejadian istri dan anak saya sedang berada di rumah kakanya,” imbuhnya.
Ditempat terpisah, Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng sutisna mengatakan, kebakaran yang telah menghanguskan rumah korban tersebut, diduga kuat dari korsleting listrik. Sebab, saat kejadian tetangga korban banyak yang melihat api keluar dari atap rumahnya.
“Api berhasil dipadamkan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Alhamdulillah, api berhasil dijinakan setelah satu jam lamanya, petugas gabungan dibantu warga sekitar berjibaku memadamkan api,” pungkasnya. (den/d)






