Sepulangnya, AP mengaku pusing dan muntah-muntah di rumah temannya, D (16), di kampung Karang anyar, Desa Bojong Kaso, Kecamatan Agrabinta. AP kemudian dijemput orangtuanya dan dilarikan ke Puskesmas Agrabinta oleh orangtuanya.
Sayang, nyawa AP tak tertolong setelah tak lama usai mendapat penanganan medis. Diduga, AP keracunan minuman dan makanan sampi obat-obatan terlarang. Berdasarkan pemeriksaan sementara pada jenazah korban, polisi mendapatkan sejumlah temuan.
Yakni adanya beberapa luka lebam dan cairan atau lendir di sekitar vagina korban. (ruh/pojoksatu)






