Teknisi Mesin ATM Tilep Uang Rp1,9 Milyar, Kapolres : Mereka Sudah Beraksi Satu Tahun 

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Daawansyah
PEDALAMAN : Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Daawansyah saat berbincang dengan salah satu tersangka saat jumpa pers di halaman mako polres. Senin, (26/9).

SUKABUMI  — Tiga Teknisi yang berkerja sehari-hari melakukan perbaikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berhasil menggelapkan uang dari berbagai ATM yang ada di wilayah Cicurug seninal Rp1.9 Milyar.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, dua pelaku berhasil diamankan satu lagi dalam pencarian atau DPO.  Menurutnya, kasus penggelapan tersebut terbongkar pada 27 Agustus 2022 lalu.

Bacaan Lainnya

Untuk inisial para tersangka, pertama AS (31) Warga Cilaku, Kabupaten Cianjur, R (48) Warga Cisarua, Nagrak Kabupaten Sukabumi dan IH (27) warga Bojong Genteng yang masih dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Kerugian 1,9 M, dengan tersangka tiga orang, dua sudah tertangkap, satu masih DPO,” ungkap Dedy Darmawansyah.

Dijelaskan Dedy, untuk modus yang dilakukan para pelaku AS dan IH bersama sama melakukan pencurian uang di mesin ATM dengan cara sebelumnya pelaku mematikan kamera CCTV kemudian membuka mesinnya lalu mengambil uang dalam kaset dan dimasukan kedalam tas pribadinya.

Para pelaku, kata Dedy dapat membuka mesin ATM karena mereka merupakan karyawan yang bertugas sebagai maintenance atau pemerliharaan yang sudah dibekali dengan kunci mesin ATM. hasil kejatahan tersebut diberikan kepada R untuk dibelikan kendaraan roda dua.

Lanjut Dedy mengatakan, para pelaku melakukan pencurian di enam lokasi mesin ATM, yakni ATM Bank Mandiri PT. Manto, ATM Bank Mandiri PT. Fasion, ATM Bank Mandiri Alfamart Bukit Gedung, ATM Bank Mandiri Indomaret dekat Koramil, ATM Bank Mandiri PT Hepindo, ATM Bank Mandiri Alfamart Cidahu yang semua ATM tersebut berlokasi di Cicurug.

“Modusnya para pelaku ini bekerja di PT Usaha Gedung Mandiri yang mengelola ATM tersebut, mempunyai kunci sehingga bisa mengambil dengan pola, kalau ada masalah di mesin ATM para pelaku akan menandatanginya guna memperbaiki sekaligus mengambil uang secara sedikit demi sedikit,” jelas Dedy.

Masih kata Dedy, kasus pencurian berhasil terungkap berawal 26 Agustus 2022 lalu sekitar 11.15 WIB pihak monitoring menginformasikan dalam grup perpesanan bahwa ada masalah di ATM Bank Mandiri Alfamart Cicurug dan pelaku AS langsung meresponnya, namun hingga pukul 16.30 WIB mesin belum juga diperbaiki dan saat dihubungi AS tidak aktif, setelah disambangi ke kediamannya sudah tidak ada dan hanya ditemukan kunci mesin ATM.

Saat itu juga, Dedy menambahkan pihak perusahaan pengelola uang ATM langsung melakukan audit dan pengecekan setiap CCTV yang merupakan wilayah kerja AS, dari hasil itu ditemukan di salah satu ATM terekam AS dan IH melakukan pencurian uang.

“AS diamakan di Cianjur dan R di Nagrak dirumah orang tuanya, sementara IH masih buron atau DPO, tersangka AS merupakan pelaku utama dan R yang menerima hasil kejahatan dan membeli tujuh unit kendaraan,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *