BERITA UTAMA

Tanggap Darurat Bencana Sukabumi di Tiga Kecamatan Diperpanjang, 36 Masuk Fase Transisi

×

Tanggap Darurat Bencana Sukabumi di Tiga Kecamatan Diperpanjang, 36 Masuk Fase Transisi

Sebarkan artikel ini
Sejumlah warga menyaksikan dampak banjir bandang di Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (5/12/2024).  (Iman)
Sejumlah warga menyaksikan dampak banjir bandang di Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (5/12/2024).  (Iman)

“Ketiga kecamatan ini memang belum normal sepenuhnya, terutama infrastruktur yang belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Sehingga kami perlu memastikan akses kembali terbuka untuk mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Bantuan untuk kecamatan yang sudah memasuki zona transisi tetap akan terus diberikan. Bupati Marwan juga mengungkapkan bahwa total kerugian material akibat bencana alam ini hampir mencapai Rp200 miliar, tepatnya sekitar Rp180 miliar lebih. “Total kerugian, hampir mendekati Rp200 miliar atau Rp180 sekian miliar,” imbuhnya.

Mengenai hunian darurat bagi warga terdampak, Marwan menyatakan, bahwa hal tersebut harus dikonfirmasi lebih lanjut kepada Sekda Kabupaten Sukabumi. Selain itu, organisasi Darut Tauhid juga berencana membantu dalam penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana alam tersebut.

Untuk mengantisipasi potensi bencana di kemudian hari, kata Marwan, bahwa pihak Geologi tengah melakukan kajian lapangan. Salah satunya adalah di kawasan Palabuhanratu yang disarankan untuk direlokasi. Kajian geologi ini akan menjadi dasar dalam menentukan apakah ada kecamatan yang harus direlokasi atau bisa melanjutkan pemulihan seperti biasa.

“Beberapa kecamatan, seperti Sagaranten, sudah dinyatakan aman dan masuk zona hijau. Namun, ada daerah lain, seperti di Kecamatan Cikembar Desa Sukamaju, yang kondisi tanahnya sudah sangat mengkhawatirkan dan mungkin perlu relokasi,” ujarnya.

Sementara untuk para pengungsi, Marwan menyebutkan,  bahwa selain tiga kecamatan yang statusnya masih dalam perpanjangan tanggap darurat, sebagian besar pengungsi sudah mandiri dan kembali ke rumah atau keluarga mereka. Seiring dengan berkurangnya jumlah pengungsi. Bahkan, posko-posko bencana pun sudah mulai ditutup.

“Indikator untuk menutup posko adalah ketika pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing atau ke tempat keluarga. Ini menunjukkan bahwa penanganan darurat bencana sudah hampir selesai,” imbuhnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa meskipun situasi saat ini sudah lebih baik, penanganan jangka panjang tetap menjadi fokus utama. “Warga di daerah bantaran sungai, yang menjadi titik rawan bencana, diharapkan dapat pindah secara mandiri untuk menghindari risiko yang berulang setiap tahunnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan, bahwa dari 39 kecamatan yang terdampak bencana alam di Kabupaten Sukabumi, tiga kecamatan di antaranya ditetapkan untuk perpanjangan tanggap darurat. Sementara itu, 36 kecamatan lainnya memasuki fase transisi bencana.