Swalayan di Kota Sukabumi Ikut Boikot Produk Prancis

  • Whatsapp

SUKABUMI – Seruan untuk memboikot produk-produk Prancis terus menggema hingga saat ini. Bahkan, salah satu swalayan di Kota Sukabumi mulai ikut dalam gerakan boikot produk negara yang sempat menghebohkan lantaran ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron karena dianggap melecehkan agama Islam sekaligus Nabi Muhammad SAW.

Pantauan Radar Sukabumi, toko swalayan yang ikut memboikot produk-produk Prancis salah satunya adalah Selamat Toserba. Sejak Senin (2/11/2020), Toserba Selamat yang berada di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi ini sudah mulai mengkosongkan beberapa etalase yang sebelumnya diisi produk-produk dari negeri mode ini. Mulai dari makanan, susu bayi, minuman hingga produk kecantikan.

Bacaan Lainnya

“Ini salah satu bukti kita sebagai umat muslim yang sangat mencintai nabi kita Nabi Muhammad SAW dengan ikut menyerukan boikot produk-produk Prancis,” tegas Manager Selamat Toserba Sukabumi, R Ema Mutakin kepada Radar Sukabumi, Selasa (3/11).

Menurutnya, pemboikotan itu dilakukan dengan menarik semua barang produksi Negara Prancis. “Semua item yang dari Prancis mulai dari susu, makanan, minuman hingga kecantikan kita tarik kembali. Tidak kita pajang di etalase,” terangnya.

Meski begitu, pemboikotan ini tidak berpengaruh terhadap penjualan di supermarketnya. “Sejauh ini tidak berpengaruh yah. Biasa saja. Karena mungkin masyarakat khususnya warga muslim sudah pintar dan mereka juga tidak mau nabi mereka dihina seperti itu,” ucap Ema.

Selain itu, Ema Mutakin juga menuturkan jika banya produk kompetitor lainnya yang bisa dipilih. Aksi boikot ini akan terus dikakukan hingga ada permintaan maaf dari Presiden Prancis.

Sementara itu, salah seorang warga Sumiati sangat mendukung dengan adanya pemboikotan ini. “Sangat mendukung sekali, karena ini sudah menyakiti umat Islam,” tuturnya.

Warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini mengaku memamg sejak lama ia berusaha tidak membeli produk-produk yang memang tidak pro dengan Islam.

“Bagi saya pemboikotan di supermarket ini biasa saja, karena sejak awal untuk kebutuhan sehari-hari saya memang membeli produk yang memang pro terhadap Islam,” tegasnya. (wdy/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *