Hingga kini, BPBD belum mendapatkan informasi adanya korban jiwa dan korban luka atas bencana tersebut. Selain itu, untuk kerugaian akibat bencana alam ini belum bisa dipastikan karena tim gabungan masih melakukan pendataan dilokasi bencana. “Belum ada laporan korban jiwa maupun luka, kalau yang diungsikan sudah ada tapi masih dalam pendataan. begitupun soal kerugaian pastinya cukup besar, tapi kami masih menghitung dilapangan,” tutupnya.
Sementara itu, dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, terdapat beberapa kecamatan yang mengalami bencana banjir, longsor dan angin puting beliung. Seperti di Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak telah mengakibatkan 10 titik wilayah longsor hingga merusak akses jalan terputus dan pesawahan rusak. Sedangkan di Desa Kalapare bencana longsor mengakibatkan 7 titik dan merusak jalan gang terputus.
Di Desa Nagrak Selatan bencana banjir menerjang pemukiman penduduk dan merusak peralatan rumah tangga dan di Desa Pawenang, bencana longsor telah menerjang dua titik hingga merusak saluran air menjadi tersendat.
Sedangkan di Kampung Bojong Koneng, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, air dari sungai meluap hingga meredam fasilitas umum. Seperti mushola dan jembatan gantung terancam ambruk.
Sementara di Kampung Segog yang lokasinya berada di perbatasan antara Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Cicantayan, sejumlah kamar kostan dan lahan pertanian padi serta akses jalan umum terendam banjir akibat lupan air dari Sungai Cimahi. Sedangkan di Kampung Pasirangin, RT 17/05, Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin, sejumlah rumah warga dan area perawatan terendam air dari Sungai Cigembol dan di Kampung Ciseupan Hilir, RT 3/6, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, tebing rumah milik Dadang tergerus longsor dengan ketinggian 3 meter dan panjang 8 meter.
“Data bencana alam ini, merupakan laporan sementara. Besar kemungkinan akan terus bertambah. Karena, saat ini petugas dilapangan belum melakukan pendataan dan masih fokus terhadap evakuasi bencana,” jelas Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan.
Sementara itu, Kapolsek Caringin, Iptu Rafik Rahadian Syah mengatakan, hujan deras yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB ini, telah menyebabkan Sungai Cigembol yang melintasi wilayah Kecamatan Paringin meluap hingga menerjang pemukiman penduduk dan area peswahan. “Luapan air dari Sungai Cigembol, diperparah dengan banyaknya sampah yang menutupi saluran air. Seperti, sampah plastik dan ranting hingga dahan pohon,” katanya.
Seorang warga Kampung Paragajen, RT 1/27, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Dede Irmanto (45) mengatakan, akibat luapan air sungai Cikolawing telah menyebabkan bencana banjir dari menerjang lima rumah warga. “Air yang meredam pemukiman warga setinggi 40 centimeter ini, terjadi setelah wilayah ini dilanda hujan deras pada pukul 17.00 WIB,” katanya.
Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat luapan sungai tersebut, warga telah mengalami kerugian materil. Lantaran, peralatan rumah tangga terendam air. “Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi agar sungai ini, tidak kembali meluap dan merendam pemukiman warga. Seperti, melakukan pengerukan lumpur yang sudah dangkal,” pungkasnya. (den/upi/t)






