BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Sukabumi Bencana Lagi, Bencana Lagi

×

Sukabumi Bencana Lagi, Bencana Lagi

Sebarkan artikel ini
Bencana-Sukabumi
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi juga mengakibatkan bencana lain seperti banjir, tanah retak dan Batu berukuran besar longso menimpa rumah warga di wilayah Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Data Bencana Selama Dua Hari

Sabtu, 27 November 2021

Bank bjb Tandamata

– Tanah longsor dengan panjang 9 meter dan tinggi 3 meter di Kampung Kebon Hiji RT 01/ RW 01, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, mengakibatkan sebagian dinding rumah warga jebol dan perabotan dapur serta kamar mandi rusak berat.

-Longsor juga mengancam satu rumah di atasnya milik Saprudin yang diisi 2 KK 6 jiwa, serta dapur retak-retak. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.

– Banjir di Kecamatan Ciemas terjadi di beberpa titik antara lain, di Kampung Cirangkong dan Kampung Pangrerekan Desa Ciwaru, Kampung Citamiang kedusunan Ciawet Desa Mandrajaya, Kampung Bantarpanjang Desa Mandrajaya, Kampung Nyalindung Desa Mandrajaya, Kampung Mekarsari Desa Mandrajaya.

– Akses jalan Provinsi jalur wisata Geopark yang menghubungkan Kecamatan Ciemas dengan Kecamatan Simpenan terjadi longsor tidak bisa dilalaui kendaraan baik R4/R2.

-Jembatan penghubung Kampung Ciuyuhan RT. 02/09 Desa Tamanjaya dengan Kampung Purba RT 02/03 Desa Mekarsakti terseret/hanyut terbawa air Sungai Cikalong.

– Akses jalan penghubung tiga desa yakni Desa Tamanjaya, Mekarsakti dan Desa Ciwaru dengan status jalan kabupaten jebol. Tepatnya, di Kampung Cisuren RT 04/ 04, kondisi terakhir jalan masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

– Longsor tebing di ruas jalan desa dan menutup badan jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Longsor ini merupakan longsor susulan pada kejadian 9 Nopember 2021 lalu, tepatnya di Kampung Naringgul RT 01/08 Desa Jampangtengah Kecamatan Jampangtengah.

– Air sungai Cikaso naik ke ruas jalan sehingga kendaraan roda dua dan empat tidak bisa lewat, tepatnya di Kampung Cilimus RT 07 RW 04 Desa Curugluhur. Sementara warga yang lewat naik perahu karet dan kendaraan roda dua digotong oleh warga.

– Tanah longsor mengakibatkan dua unit rumah warga rusak berat, tepatnya di Kampung Ciledeg RT 02 RW 05, Desa Mekarjaya.
Kecamatan Curugkembar:

– Penggerakan tanah mengakibatkan rumah ambruk terbawa geseran tanah, tepatnya di Kampung Cihideng RT 02/RW 01, Desa Curugkembar.

– Longsor menimpa saluran air dan tanggu irigasi jebol, tepatnya Desa Tanjungsari. Dampaknya wargar Desa Tanjungsari dengan Desa Mekartanjung yang mempunyai sawah mengalami hambatan pengairan.

– Reruntuhan longsor menutup saluran irigasi Cimarinjung, tepatnya di Marinjunggirang 03/08 Desa Karangpapak. Dampaknya lahan pertanian sekitar 12 hektare, juga sarana MCK warga dan perikanan di area satu saluran irigasi tidak terairi.

Minggu 28 November 2021

Kecamatan Nyalindung :
– Longsor tebing dengan volume tinggi 17 meter panjang 15 meter menimpa 2 unit rumah bagian belakang dan 4 rumah terancam. Tepatnya di Kampung Nyalindung RT 01/03, Desa Nyalindung
– Longsor memutuskan jalan lingkungan penghubung 2 kampung, sehingga tidak bisa dilewati dan mengancam 1 bangunan rumah panggung yang dihuni 1 kk 4 jiwa, tepatnya di Kampung Lebakmuncang RT 01/03 Desa Bojongsari.

Kecamatan Cicantayan :
– Saluran air tidak muat menahan debit air lalu air meluap ke perkebunan dan mengakibatkan longsor yang menimpa pabrik piber, dengan Panjang 8 meter (M) tinggi 3 M dan luas 11 M. Tepatnya di Kampung Nagrog Rt 23, 24/ 07 Desa Cijalingan, tafsiran kerugian Rp 50 juta.

Kecamatan Kadudampit:
– Longsor di belakang rumah warga (untuk akses jalan ke dapur dan ke rumah warga lainnya) RT 006/ 002 yang mengancam 1 unit rumah, tepatnya di Desa Cipetir

Kecamatan Purabaya:
– Longsor dan pergerakan tanah di sekitar pemukiman warga dan jalan desa, tepatnya di Kampung Batugede RT 003/RW 006, Desa Cimerang.