SUKABUMI — Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Dua layanan andalan, KA Pangrango (Sukabumi–Bogor Paledang) dan KA Siliwangi (Sukabumi–Cipatat), mencatat rata-rata okupansi mencapai 90 persen pada periode 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa tingginya tingkat keterisian mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api lokal yang dinilai aman, nyaman, dan andal.
“Selama periode tersebut, tercatat 101.471 penumpang naik dan 99.356 penumpang turun. Ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi dan sekitarnya,” ujar Franoto.
Stasiun Sukabumi menjadi titik keberangkatan dengan volume penumpang tertinggi, yakni 53.450 penumpang naik, disusul Stasiun Bogor Paledang dengan 30.790 penumpang. Sementara Stasiun Cibadak dan Cisaat masing-masing mencatat sekitar 5.000 penumpang naik.
Untuk kedatangan, Stasiun Sukabumi juga mencatat angka tertinggi dengan 51.275 penumpang turun, diikuti Bogor Paledang (30.337 penumpang), serta Cibadak dan Cisaat yang masing-masing melayani sekitar 5.000 penumpang turun.
Puncak arus penumpang terjadi pada 28 Desember 2025, dengan total 6.682 penumpang naik dan 6.538 penumpang turun dalam satu hari.
“Capaian ini menjadi indikator positif bahwa layanan KA lokal semakin diminati. KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari aspek keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu,” tambah Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat dan mengajak pelanggan untuk terus menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung mobilitas berkelanjutan.(**)






