BERITA UTAMA

Sering Banjir, Tiga Sungai di Sukabumi Dinormalisasi 

×

Sering Banjir, Tiga Sungai di Sukabumi Dinormalisasi 

Sebarkan artikel ini
NORMALISASI : Sejumlah alat berat saat melakukan normalisasi di Sungai Cimandiri, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (23/05).(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
NORMALISASI : Sejumlah alat berat saat melakukan normalisasi di Sungai Cimandiri, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (23/05).(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, khususnya banjir, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA) Wilayah Sungai (WS) Cisadea-Cibareno, terus mengintensifkan kegiatan normalisasi sungai di tiga lokasi berbeda. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi bencana menghadapi musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi.

Hal demikian disampaikan Kepala UPTD PSDA WS Cisadea-Cibareno, Lusie Musianty kepada Radar Sukabumi. Bahwa menurutnya, tiga lokasi sungai yang dilakukan normalisasi ini, yakni Sungai Cipalabuhan di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sungai Cisuda di Kota Sukabumi, serta Sungai Cimandiri di Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Normalisasi Sungai Cimandiri di Cireunghas kami lakukan karena wilayah ini kerap dilanda banjir yang merendam lahan persawahan milik warga. Area terdampak banjir ini, ada sekitar 5 hektar lahan persawahan di Desa Caringin dan Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas. Ini merupakan respons atas permohonan masyarakat yang sejak lama mengharapkan adanya penanganan,” kata Lusie kepada Radar Sukabumi pada Jumat (23/05).

Menurut Lusie, proses normalisasi di Sungai Cimandiri telah berlangsung selama satu pekan terakhir dengan melibatkan dua unit alat berat. Kondisi aliran sungai sebelumnya sudah mengalami pendangkalan yang cukup parah akibat tingginya sedimentasi.

“Sungai Cimandiri yang ada di wilayah Kecamatan Cireunghas itu, memiliki lebar sekitar 32 sampai 68 meter ini, tengah kami lakukan normalisasi dengan panjang sungai sekitar 660 meter,” bebernya.

“Normalisasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mencegah banjir. Ke depan, kami juga merencanakan penanganan permanen yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh dinas terkait,” ujarnya.

Selain pengerukan sungai, pihaknya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan bersama-sama menjaga kawasan hulu agar tidak terjadi sedimentasi berlebih,” tegas Lusie.

Ia juga menyinggung regulasi terkait pemanfaatan lahan di sepanjang aliran sungai. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 28 Tahun 2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

“Nah, untuk Sungai Cimandiri di Kecamatan Cireunghas masuk kedalam sungai tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan dengan garis sempadan 100 meter diukur dari tepi sungai,” timpalnya.

“Dengan upaya normalisasi dan edukasi masyarakat, diharapkan wilayah-wilayah rawan banjir seperti Cireunghas dapat lebih siap menghadapi musim penghujan,” pungkasnya. (den/d)