Selain Sesar Cimandiri, Ada Sesar Baribis yang Pernah Merusak Wilayah Jakarta dan Bogor, Waspada !

Selain Sesar Cimandiri ada Sesar Baribis dikonfirmasi sebagai sesar aktif secara seismik dengan laju geser 5
Selain Sesar Cimandiri ada Sesar Baribis dikonfirmasi sebagai sesar aktif secara seismik dengan laju geser 5 milimeter per tahun.

SUKABUMI — Gempa Cianjur disebut akibat pergerakan Sesar Cimandiri yang membentang dari wilayah Sukabumi hingga Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Namun, selain Sesar Cimandiri yang sudah merusak ribuan rumah warga Sukabumi dan Cianjur dan sekitarnya selama 14 kali sejak tahun 1800 lalu, ternyata ada sesar Baribis yang sewaktu-waktu bergoyang.

Berdasarkan data yang dihimpun Sesar Baribis merupakan sesar aktif secara seismik dengan laju geser 5 milimeter per tahun. Diduga sesar ini memiliki panjang struktur 100 km yang terbagi dalam segmen-segmen dengan panjang bervariasi dan menyimpan potensi gempa mencapai Mw 7.

Bacaan Lainnya

Saat ini, Pengamatan tim ahli menunjukkan segmen Timur sesar secara signifikan lebih aktif bergerak dibanding segmen Barat. Segmen Barat yang relatif diam diduga terkait dengan area terkunci.

“Zona seismic gaps ini menghadap langsung Kota Jakarta di Utaranya. Zona seismic gaps berkorelasi dengan tingkat kompresi yang tinggi, dan dimungkinkan akan menjadi sumber gempa kuat di masa depan khususnya mengacam wilayah Jakarta dan Bogor, “terang akun MTGS Georitmus⁴ 5.5+ seperti dikutif dari Lipi

Dalam sejarahnya, bangunan-bangunan besar di Batavia pernah luluh lantak oleh gempa merusak berkekuatan Mw >7.0 yang diduga terkait aktifitas Sesar Barbiris pada 5 Januari 1699, 22 Januari 1780 dan pada 10 Oktober 1834.

Gempa 5 Januari 1699, mengguncang selama “tiga perempat jam” (Coolhaas VI: 49-50), merusak gedung-gedung di Batavia, mengakibatkan puluhan korban jiwa dan longsor di Ciliwung. Runtuhnya bangunan secara signifikan juga dilaporkan terjadi di Banten sampai Lampung

Gempa menyebabkan banyak gudang dan rumah runtuh di Jakarta, disusul dentuman terdengar dari Gunung Salak 2 menit setelah gempa dan Gunung Gede turut mengeluarkan asap (Harris and Major, in press).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *