Sekdisdikbud : Itu Murni Penipuan, Terkait Pembangunan Mangkrak

MENUNJUKAN: Salah seorang guru SDN Nangerang di Kecamatan Lembursitu memperlihatkan ruang kelas yang ditinggal kabur pelaksana kegiatan.

KOTA SUKABUMI – Teka-teki mangkraknya proses rehabilitasi di enam SD Kota Sukabumi akhirnya mulai terkuak. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mulai menemukan titik terang terkait terkatung-katungnya pembangunan itu.

Kepada Radar Sukabumi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Hasan Ashari mengungkapkan, hasil identifikasi dilapangan, pihaknya menemukan fakta yang cukup mengcengangkan. Lantaran, seluruh kegiatan tersebut tidak ada dalam perencanaan maupun penganggaran pada 2018 maupun 2019.

Bacaan Lainnya

“Temuan kami dilapangan, kegiatan di enam sekolah itu tidak ada dalam perencanaan maupun penganggaran. Jadi, kami melihat ini adalah yang sengaja dibuat fiktif, artinya tanpa diketahui oleh pihak dinas dan tidak menggunakan anggaran dinas,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui diruang kerjanya, kemarin (4/3).

Rehab Enam SD Mangkrak, Pemborong Diduga Kabur

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi juga telah menyimpulkan kegiatan tersebut merupakan akal-akalan oknum salah satu staf Dinas P dan K. Saat ini pihaknya telah memanggil yang bersangkutan dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk menentukan tindakan selanjutnya.

“Kami melihat itu perbuatan yang disengaja dilakukan oknum dengan membuat dokumen surat perintah kerja palsu untuk menipu pihak ketiga selaku pelaksana kegiatan. Kami sudah sampaikan terkait temuan ini kepada pimpinan daerah,” terangnya.

Adapun untuk sanksi, lanjut Hasan, karena ulah pelaku dianggap sudah masuk kategori pelanggaran berat sehingga pihaknya menyerahkan kepada bagian pembinaan kepegawaian.

“Jadi ini murni penipuan kepada pihak ketiga yang dilakukan oknum, bahkan jika dilihat dari jabatannya saat ini, oknum ini tidak sama sekali ada keterkaitannya dengan pengadaan ataupun pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Hasan juga menjamin, dalam peristiwa ini tidak ada sama sekali kerugian negara. Namun memang, secara kelembagaan pihaknya amat dikecewakan oleh oknum nekad itu. Adapun untuk pihak ketiga, pihaknya menyerahkan sepenuhnya untuk menyelesaikan dengan yang bersangkutan.

“Tugas kami sudah hampir selesai, tidak ada kerugian negara dan yang bersangkutan juga sudah kami mintai keterangan. Selanjutnya, untuk pembinaan kepegawaian kami serahkan kepada yang berkewenangan. Soal urusan penipuan, itu kami serahkan kepada korban dan pelakunya,” pungkasnya. (upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.