“Uang tunai katanya Rp 1 juta, beras 50 kilogram pakaian habis. Damkar tiba saat api sudah membakar habis rumah korban, karena kondisi lokasi memang jauh. Alhamdulillah tidak sampai merembet ke bangunan lain,” papar Deni.
Deni mengaku sudah menghubungi pihak kecamatan, Dinas Perumahan dan Permukiman termasuk pihak lainnya yang bisa membantu untuk membangun kembali rumah Ajat.
“Barangkali bisa disambungkan, upayakan supaya bisa terealisasi asalnya rumah berdiri kembali berdiri lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Ajat yang sudah lanjut usia dan berprofesi sebagai Linmas Desa Cikelat itu mengaku masih shock dengan kejadian yang menimpanya.
Saat api berkobar melalap rumahnya dirinya tengah berada di kebun bersama anak dan cucunya. “Sedang di kebun, tahu dari warga katanya rumah terbakar,” lirih Ajat.
Soal penyebab asal api, Ajat mengaku tidak tahu dari mana dan saat kejadian rumahnya itu memang tengah dalam keadaan kosong. “Kondisi rumah kosong, biasanya ada anak, mertua dan cucu,” singkatnya. (cr1/radarsukabumi)






