Sampah di Ujunggenteng Sukabumi Menumpuk, Warga Ngamuk

Ujunggenteng

SUKABUMI – Pariwisata di Kabupaten Sukabumi harus terus berbenah kalau tidak ingin ditinggal wisatawan. Pasalnya, berbagai permasalahan kerap terjadi saat musim liburan tiba. Mulai dari kemacetan, pungutan liar, sampah dan lainnya.

Bahkan terbaru, akibat banyak sampah berserakan di objek wisata Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi membuat warga sekitar pun geram.

Bacaan Lainnya

Mereka dibuat kesal karena sampah tersebut tidak ada penanganan padahal wisatawan ditarik retribusi cukup tinggi.

Mereka pun mendatangi pos penarikan retribusi atau tollgate masuk kawasan objek wisata Pantai Ujunggenteng dan merusaknya.

Tak hanya itu, seperti terlihat dalam rekaman video yang beredar dalam perpesana aplikasi sejumlah warga terlihat membabi buta merusak fasilitas yang ada di pos restribusi atau tollgate seperti kaca, atap, dinding pun dihancurkan serta membawa sampah dari pantai pantai untuk disimpan di pos penarikan retribusi tersebut.

Salah seorang warga Riki Suherdi (36) saat dihubungi Radar Sukabumi melalui sambungan selular mengungkapkan, aksi yang dilakukan warga terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Tujuan masyarakat demo ke pos tollget ini untuk memprotes soal sampah.

“Masa pungutannya diambil, tapi sampahnya gak dibersihkan,” tuturnya.

Dijelaskan Riki, warga yang mendatangi tollgate berharap sampah-sampah yang berserakan di kawasan objek wisata pantai Ujunggenteng ada penanganan.

Harapan masyarakat sampahnya diselesaikan, dibersihkan. Harga tiket itu mungkin yang kesal mahal masyarakat.

“Sementara sampahnya nggak dibiarkan. Dari tahun ke tahun sampahnya gak terealisasi, itu kekesalan warga,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara akan segera menindak lanjut keluhan masyarakat dan wisatawan soal harga tiket retribusi masuk kawasan objek Ujunggenteng yang mahal.

Ia pun mengakui telah menerima laporan dari masyarakat dan wisatawan secara langsung bahwa banyak wisatawan dan masyarakat sekitar yang mengeluhkan harga tiket retribusi masuk yang mahal, namun tidak sebanding dengan fasilitas penunjang yang ada.

“Iya itu sedang kita dalami, dan sudah sampai ke kita. Masyarakat dan LSM yang langsung menelpon kepada kita,” ungkap Yudha.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait. Bahkan diakui politisi Parta Gerindra ini, masalah tersebut sudah sampaikan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi.

“Kita dalami seperti apa alur dari pada penyerapannya. Apakah itu benar masuk kas daerah yang mengakibatkan pendapatan asli daerah, atau tidak,” sambungnya.

Yudha menegaskan, akan segera menindak lanjut laporan yang diterimanya langsung dari masyarakat tersebut bersama sama unsur terkait lainnya.

“Sedang kita dalami. Pastinya hal apapun mengenai informasi dari masyarakat, kita akan tindak lanjuti langsung segera,” terangnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan menyoal tiket mahal masuk Pantai Ujunggenteng yang dikeluhkan wisatawan sudah ditindak lanjut dengan menurunkan tim saber pungli. Meskipun sebetulnya, saber pungli sudah turun, sudah ditindak lanjuti.

“Gak usah ribut masalah itu mah. Insyaallah bisa clear masalah itu mah. Ya kalau tiket sesuai perda, ya itu pasti masuk kas daerah,” imbuhnya.

Masih kata Ade, dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat evaluasi bersama dinas terkait membahas tentang pelaksanaan mudik lebaran 1443 H dan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi.

“Nanti dirapat dinas akan lihat, evaluasi dinas perhubungan terkait lalu lintas, pariwisata juga kita akan lihat karena memang kemarin wisatawan banyak sekali. Bahkan bisa macet kalau diperkiraan kemarin diangka 4,7 jutaan wisatawan masuk,” pungkasnya. (cr2/t)

Warga saat mendatangi pos penarikan retribusi atau tolgate di kampung Cigebang
DIRUSAK : Warga saat mendatangi pos penarikan retribusi atau tolgate di kampung Cigebang, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Rabu, 11 Mei 2022.(Tangkapan Lanyar Perusakan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar