2. Mengurangi risiko kesalahan pencatatan
Banyaknya angka nol dalam nominal sering menimbulkan kekeliruan, baik dalam transaksi manual maupun sistem digital. Dengan penyederhanaan nominal, potensi kesalahan input dapat ditekan secara signifikan.
3. Meningkatkan kredibilitas rupiah di mata internasional
Rupiah dengan nominal yang lebih rasional dapat meningkatkan persepsi positif di tingkat global, terutama bagi investor asing. Kepercayaan terhadap stabilitas mata uang rupiah juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam nilai jual dan investasi lintas negara.
4. Mendorong efisiensi sistem pembayaran digital
Dalam konteks transformasi ekonomi digital, angka nominal yang lebih sederhana dapat mempercepat pemrosesan data, menurunkan biaya sistem keuangan, dan memperkuat integrasi sistem pembayaran nasional.(**)




