Rumah Warga Nyalindung Terus Berguguran, Retakan Tanah Mengganas

  • Whatsapp
Kondisi retakan tanah di Kampung Jati, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, semakin meluas.

SUKABUMI – Bangunan rumah warga di Kedusunan Caringin 2 dan Kedusunan Caringin 4, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang dirobohkan terus bertambah. Pasalnya, retakan tanah di wilayah tersebut terus menggerus rumah-rumah warga dan mengancam keselamatan.

Setelah hari sebelumnya tiga rumah dirobohkan, kemarin (9/3) giliran empat rumah warga juga diratakan dengan tanah. Ini karena aktivitas retakan tanah yang menerjang Kampung Jati, Caringin dan Kampung Cisayar terus berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Retakan tanahnya masih terus berlanjut, baik itu saat hujan maupun lagi kemarau,” kata Kepala Desa Mekarsari, Oman Suherman kepada Radar Sukabumi, Selasa (9/3).

Empat rumah ini, sengaja dirobohkan oleh warga dan petugas gabungan lantaran kondisinya sangat memprihatinkan. Selain banyak dinding bangunan yang retak, juga banyak ubin yang terkelupas. Bahkan anjloknya hingga mencapai lima meter.

“Seluruh warga terdampak itu, sekarang tinggal di rumah sanak saudara terdekatnya. Iya, sudah kita evakuasi dari jauh-jauh hari. Karena khawatir terjadi hal yang tak diinginkan,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris relawan bencana pergerakan tanah di Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Ani Suryani kepada Radar Sukabumi mengatakan, bencana alam yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini, aktivitas retakannya masih terus berlanjut.

“Iya, ada empat rumah yang di robohkan hingga saat ini. Yakni rumah milik Pak Iho, Pak Cecep, Pak Abdurohin dan rumah Pak Oji,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, semenjak retakan ini menerjang wilayah tersebut, kini terdapat 102 jiwa dari 32 KK yang masuk dalam kawasan terdampak dari pergerakan tanah. Sementara, untuk jumlah rumah yang terdampak berjumlah 23 rumah.

“Memang kondisi tanah, sekarang aktivitasnya masih terus bergerak. Bahkan, saat ini kondisi tanah yang anjlok sudah mencapai sekitar lima meter,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, kini petugas gabungan terdiri dari relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah Desa Mekarsari dan ketua RT, RW serta kepala dusun, terus memonitor kondisi bencana.

“Selain itu, kami juga terus menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaanya. Terlebih saat hujan deras dikhawatirkan terjadi bencana susulan,” pungkasnya. (den/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *