BERITA UTAMA

Ruko Tiga Lantai di Sukalarang Terbakar, Kerugian Capai Rp3 Miliar

×

Ruko Tiga Lantai di Sukalarang Terbakar, Kerugian Capai Rp3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran hebat melanda sebuah ruko grosir dan sembako milik Deden Dainal Husna di Kampung Satong Pangestu, RT 037/RW 008, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/1) malam.
Kebakaran hebat melanda sebuah ruko grosir dan sembako milik Deden Dainal Husna di Kampung Satong Pangestu, RT 037/RW 008, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/1) malam.

SUKABUMI — Kebakaran hebat melanda sebuah ruko grosir dan sembako milik Deden Dainal Husna di Kampung Satong Pangestu, RT 037/RW 008, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/1) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp3 miliar.

Camat Sukalarang, Ratu Badrijawati, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.40 WIB dan diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat melahap bagian dalam bangunan serta atap lantai satu dan dua.

Bank bjb Tandamata

“Api menghanguskan sebagian besar bangunan tiga lantai. Beruntung tidak ada korban jiwa karena pemilik baru tiba di lokasi saat kejadian,” ujar Ratu, Jumat (2/1).

Ruko yang terbakar menyimpan berbagai peralatan rumah tangga dan barang dagangan, sehingga api cepat membesar. Pemilik ruko terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena bangunan tidak lagi layak huni.

Petugas gabungan dari Pemadam Kebakaran, P2BK Kecamatan Sukalarang, perangkat desa, Polsek, dan Koramil bergerak cepat melakukan pemadaman dan pengamanan lokasi. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 01.40 WIB dini hari.

Komandan Regu Posko VII Sukaraja, Ade Feri, menyebut pihaknya menerima laporan pukul 19.58 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB. Empat unit armada dikerahkan dari Posko VII Sukaraja, Posko VI Cisaat, GSI II Cimangkok, serta bantuan dari Kota Sukabumi.

“Pemadaman cukup terkendala karena kobaran api besar dan sumber air cukup jauh. Namun sekitar 40 persen aset masih bisa diselamatkan,” jelas Ade.

Dari hasil pendataan sementara, sekitar 60 persen bangunan terdampak kebakaran. Pemerintah kecamatan bersama BPBD Kabupaten Sukabumi kini fokus pada pendataan kerusakan dan pemenuhan kebutuhan mendesak korban, termasuk bahan material untuk perbaikan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di bangunan bertingkat dan ruko, guna mencegah kebakaran serupa.

“Kami minta warga lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat listrik. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama,” tegas Ratu.(den/d)