Retakan Tanah Nyalindung Kian Mengerikan, Kedalaman Capai Lima Meter

  • Whatsapp

SUKABUMI – Pergerakan tanah di wilayah Kedusunan Caringin 2 dan Kedusunan Caringin 4, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi kian masif. Apalagi, kondisinya semakin parah saat wilayah tersebut diguyur hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Desa Mekarsari, Oman Suherman kepada Radar Sukabumi mengatakan, retakan tanah yang terjadi di Kampung Jati, Caringin dan Kampung Cisayar masih terus berlajut. Bahkan, hingga saat ini terdapat puluhan warga terdampak telah dievakuasi oleh petugas gabungan ke rumah saudara terdekatnya.

Bacaan Lainnya

Ini sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya preventif dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam.

“Iya, rekahan tanahnya semakin meluas. Bahkan, kedalaman retakan tanah kini sudah mencapai lebih dari lima meter. Sementara panjang retakannya sekarang menjadi bunder atau bulet,” kata Oman kepada Radar Sukabumi pada Kamis (15/04/2021).

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, kini pemerintah Desa Mekarsari bersama petugas gabungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Nyalindung dan petugas dari relawan lainnya, tengah berjaga di lokasi posko bencana.

“Kami bersama para relawan lainnya, terus memonitor perkembangan retakan tanah. Selain itu, kami juga terus menghimbau kepada seluruh warga terdampak yang berada di tiga kampung itu agar senantiasa meningkatkan kewaspadaanya, terlebih saat diguyur hujan deras,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris relawan bencana pergerakan tanah di Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Ani Suryani kepada mengatakan, bencana alam yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini, aktivitas retakannya masih terus berlanjut. Meski demikian, jumlah warga yang merupakan korban terdampak dari retakan itu, belum bertambah.

Yakni, terdapat 102 jiwa dari jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 32 KK yang masuk dalam kawasan terdampak dari pergerakan tanah.

Sementara, untuk jumlah rumah yang terdampak berjumlah 23 rumah. “Iya, walaupun jumlah rumah warga terdampak tidak ada penambahan, tetapi kondisi tanah sekarang aktivitasnya masih terus bergerak,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, kini petugas gabungan terdiri dari relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah Desa Mekarsari dan ketua RT, RW serta kepala dusun, terus memonitor kondisi bencana.

“Selain itu, kami juga terus menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaanya. Terlebih saat hujan deras dikhawatirkan terjadi bencana susulan,” pungkasnya. (den/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *