SUKABUMI — Ratusan karyawan PT Glostar Indonesia (GSI) I Cikembar, di Jalan Raya Pelabuhan II, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mengalami kesurupan massal pada Kamis (21/11) pagi.
Peristiwa kesurupan massal yang terjadi pada ratusan karyawan pabrik yang bergerak dalam pembuatan sepatu ekspor tersebut, sempat viral di media sosial dan Grup WhatsApp (WAG).
Wakil Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Glostar Indonesia (GSI) I Cikembar, Depi Firmansyah kepada Radar Sukabumi mengatakan, jumlah karyawan PT GSI I Cikembar yang mengalami kesurupan massal tersebut, terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Ada sekitar 100 karyawan PT GSI I Cikembar yang mengalami kesurupan massal. Mereka bekerja di bagian Blok A, atau Inhouse produksi PT GSI yang ada di dalam,” kata Depi kepada Radar Sukabumi pada Kamis (21/11).
Peristiwa kesurupan massal ini, sambung Depi, bukan kali pertama terjadi di kawasan pabrik PT GSI I Cikembar. Sementara, untuk penyebab kesurupan tersebut, ia tidak mengetahui secara pasti. Namun demikian, kesurupan tersebut terjadi secara tiba-tiba.
“Sebetulnya kalau berbicara penyebabnya saya juga gak bisa mengatakan langsung, iya sifatnya ini mah kan bingung ya jadi secara tiba-tiba,” ujarnya.
Saat kesurupan, sambung Depi, para karyawan mayoritas mengalami mual-mual, muntah, ketawa, teriak-teriak sambil berkata kesakitan.
“Ada juga yang bilang, jangan buang bekas softex sembarangan, kalau ada yang minta-minta mah enggak. Seperti, minta kopi dan lainnya. Hanya saja, ada yang bilang sing areling manehna (yang sadar atau ingat kamu yah),“ imbuhnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia bersama anggota SPSI langsung bergegas ke lokasi kesurupan massal dan melakukan koordinasi dengan bagian pihak manajemen perusahaan, untuk memanggil sejumlah ustadz yang ada di wilayah kampung tersebut.
“Dalam hal ini, SPSI sendiri mengupayakan maksimal. Iya, karena di lapangan banyak pengurus, Alhamdulillah jadi semua pengurus bekerja sama dengan pihak manajemen, security juga para pengawas untuk mengamankan rekan-rekan yang memang sudah terkena kesurupan massal,” bebernya.




