Selain itu, untuk langkah selanjutnya, pihak SPSI telah memanggil dari pihak klinik untuk menyediakan fasilitas mobil perusahaan dan setiap karyawan di departemen langsung dievakuasi ke area yang steril dan lebih luas, agar tidak terkontaminasi oleh pekerja yang mengalami kesurupan tersebut.
“Semua karyawan di Blok A, dibawa keluar untuk dievakuasi dari gedung-gedung keluar ke area yang memang sedikit lebih aman. Situasi mulai terkendali, setelah dua orang ustadz yang kami panggil dari kampung setempat, untuk membantu proses penyembuhan kesurupan itu,” ujarnya.
Menurutnya, para pekerja setelah melihat beberapa rekannya yang terkontaminasi atau mengalami kesurupan massal, khususnya pekerja yang pikirannya terlihat kosong, mayoritas mereka dapat dipastikan akan ikut menangis secara histeris.
“Nah, itu kami evakuasi. Sebenarnya, tadi itu kami sedikit bingung yah, makanya 20 kendaraan yang ada di pabrik dikerahkan, baik kendaraan yang sifatnya ambulans atau kendaraan pribadi yang dipakai dinas, untuk evakuasi para pekerja yang mengalami kesurupan massal ini,” timpalnya.
Saat kesurupan massal, kata Depi, semua mesin yang ada di pabrik PT GSI I Cikembar, khususnya di bagian blok A, langsung dimatikan sekitar pukul 8.20 WIB. Semua aktivitas produksi pun diberhentikan, setelah SPSI berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan pihak pengawas untuk mengevakuasi para pekerja yang mengalami kesurupan massal.
“Iya, kami terus menghubungi dari pada ambulans yang ada di PT GSI dan memanggil semua bagian driver untuk segera datang ke pintu-pintu gedung untuk mengevakuasi teman-teman yang memang terkontaminasi,” ujarnya.
“Sebagian karyawan yang tidak terkena juga dikeluarkan dan diberi arahan-arahan kerohanian. Seperti membaca Istighfar, Yasin, sholawat dan sebagainya,” timpalnya.
Dari ratusan karyawan yang mengalami kesurupan massal ini, telah dievakuasi ke klinik PT GSI I Cikembar dan sebagian karyawan lainnya telah dipulangkan dan dijemput oleh pihak keluarganya.
“Barusan yang di klinik itu, ada 20 orang lagi dan untuk yang dipulangkan ada 25 orang. Sementara, sisanya mereka sudah kembali beraktivitas atau bekerja,” ujarnya.
Aktivitas produksi mulai kembali beroperasi sekitar pukul 10.40 WIB, tepatnya setelah situasi dinilai kondusif. Setelah itu, para karyawan kembali melanjutkan pekerjaan ke area produksi mulai pukul 11.00 WIB untuk kembali menyalakan mesin.
“Tapi selang tidak lama satu jam, kan masuk jam istirahat, Alhamdulillah karyawan barusan saya lihat dan kontrol kelapangan, sehat semua Insya Allah,” imbuhnya.




