“Aku sama temen, pulang Try Out (TO), terus pertamanya main game memakai uang sendiri. Eh ibu-ibu minta diajarin cara gesek koin, terus ngasih uang buat isi ulang. Aku diajak ngobrol sama ibu itu,”bebernya.
Korban melanjutkan main game. Tapi pelaku meminta bantuan korban belanja, untuk persiapan pengajian di rumahnya. Pelaku juga sempat bercerita bahwa dirinya sedang berduka, pasca kecelakaan anaknya. Setelah itu, korban dibawa ke toko mainan di Jalan RE Martadinata, untuk mencari kantong ulang tahun.
Setelah itu diajak jalan-jalan ke Balai Desa (Baldes), Jalan A Yani, Jalan Zaenal Zakse. Sesampainya di salah satu toko, kedua korban pun diajak berbincang.
“Terus ibu itu galak, marah-marah terus sama aku. Dia minta antar beli kue ulang tahun, pakai angkot 08 Cisaatan turunnya di depan toko makanan,” aku Daima.
Pelaku penipuan DRI mengaku dirinya adalah tukan kredit kaos, tepatnya di depan alu-alun. Pelaku mengaku telah merayu korban dan mengajak berbelanja diiming imingi uang sebesar Rp200 ribu. Sementara, seluruh barang milik korban dikurasnya hingga ludes.
“Saya mengajak anak jalan-jalan dan menjajanjikan mau memberikan uang sampai mereka mau mengikuti saya. Uang dari korban saya pakai untuk bayar hutang. Saya melakukan penipuan seperti ini sudah selama satu tahun,”katanya.





