Ramdan, Difabel Sukabumi yang Terpapar Kebahagiaan JNE

  • Whatsapp
BAHAGIA BERSAMA: Branch Manager JNE Sukabumi, Tri Hery (kiri) dan Staff Inbound Bagian Penyortiran JNE Warehouse, Ramdan foto bersama sambil menunjukkan ungkapan kebahagiaan pegawainya tersebut.

Bekerja Paling Pagi, Dessy Ratnasari Kepincut Ramdan

Terlahir sebagai penyandang disabilitas, tidak menjadi hambatan bagi Ramdan Firda Ardiansyah dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari di JNE Sukabumi. Ya perusahaan jasa pengiriman terbesar dan ternama di seantero Indonesia itulah yang merangkul pria kelahiran Sukabumi, 19 Maret 1992 untuk bahagia bersama sesuai dengan tagline “Connecting Happiness”. Meskipun memiliki keistimewaan di indra pendengaran (tuna rungu,red), namun tidak menyurutkan langkah dan motivasinya untuk terus berbuat yang terbaik bagi perusahaan. Lantas siapa Ramdan, kebahagiaan apa saja yang diberikan JNE hingga kenapa artis terkenal Dessy Ratnasari kepincut dibuatnya? Berikut liputannya.

Bacaan Lainnya

SRI SUMARNI, Sukabumi, radarsukabumi.com

Siang itu, Senin (28 Desember 2020). Udara dingin menyelinap sejak dini hari hingga sore. Maklum saja di akhir tahun ini Kota Sukabumi sedang dilanda musim penghujan.

Awalnya telah diagendakan jika Sabtu sebelumnya yakni 26 Desember 2020 jurnalis Radar Sukabumi hendak bersilaturahmi dengan sosok multi talenta yang membuat banyak orang terpana yang dimiliki JNE Sukabumi. Hanya saja kesibukan yang membuat jadwal silaturahmi menjadi di re-schedule.

Ya, Ramdan namanya. Saat itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB di hari Senin. Rintik hujan menemani perjalanan Radar Sukabumi ke kantor JNE Sukabumi yang berada di Jalan Taman Bahagia Kota Sukabumi.

Salah seorang marketing handal yang dimiliki perusahaan jasa pengiriman terbesar bernama Taufik mempertemukan Radar Sukabumi dengan Ramdan. Salah satu ruangan di lantai II kantor JNE lah yang menjadi tempat berbincang. Ruangan ini dipenuhi dengan Alquran dan ada white board di dalamnya.

Tidak lama kemudian Ramdan pun menghampiri, memulai dengan ucapan salam sembari bersalaman. Sesekali ia menebar senyum, dan keramahan yang ia perlihatkan dari gestur tubuhnya. Ternyata dua hal itulah yang menjadi ciri khas Ramdan yang ia tunjukkan kepada siapapun, baik orang yang baru dikenal maupun temannya yang sudah lama.

Di balik cekatan dalam bekerja, tentu siapapun yang melihat tidak akan pernah menyangka bahwa Ramdan memiliki keistimewaan. Indra pendengarannya terganggu sejak ia dilahirkan pada 28 tahun silam.

“Saya adalah seorang difabel, tunarungu. Alhamdulillah saya selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala yang diberikan termasuk kekurangan dalam hal pendengaran,” ucap Ramdan.

Jurnalis Radar Sukabumi yang mewawancarainya berusaha untuk mencerna setiap kata yang dia ucapkan. Dengan dukungan sebuah handphone yang dilengkapi dengan aplikasi yang mampu merubah suara menjadi kosa kata yang dimengerti Ramdan, perbincangan hangatpun akhirnya dimulai. Keseruan demi keseruan pun muncul, terutama saat dirinya membawa ke masa lalu saat dirinya dilahirkan.

“Sejak lahir saya sudah tunarungu, namun saya berani mengatakan bangga karena dibesarkan di lingkungan Polri, kedua orang tua saya juga keluarga besar senantiasa tidak pernah lelah untuk selalu mendukung, menyemangati hingga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini hingga sekarang kepada saya,” tuturnya.

Dukungan orang tua dan saudara-saudaranya yang membuat Ramdan terus termotivasi dan terus berkarya sampai sekarang. “Saya beruntung dan bersyukur kepada Allah SWT, meskipun saya mempunyai kekurangan tapi kelurga sangat mendukung dan memberi semangat,” ujar pria ramah dan murah senyum ini.

BERSAHABAT: Anggota DPR RI Komisi X Desy Ratnasari sengaja menemui Ramdan di JNE Sukabumi.

Ramdan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara, laki-laki semua. Putra pasangan Jalaludin dan Cicih ini memiliki hobi berenang dan badminton. Sang ayah adalah pensiunan polisi, dan kedua kakaknya kini bertugas menjadi polisi.

“Ayah, ibu dan kakak-kakak merupakan sosok yang menginspirasi saya selama ini, bahkan cita-cita saya ingin menjadi polisi bisa menegakkan aturan, tegas dan membantu sesama. Namun karena memiliki kekurangan, saya terima saja dengan hati yang ikhlas. Dulu sebelum pensiun, ayah saya bertugas di Polsek Warudoyong,” terangnya.

Seiring berjalannya waktu, Ramdan harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengalami kesulitan dalam mendengar atau disebut juga dengan istilah tunarungu. Meski kadang ada saja yang mencemoohkannya, namun kesabaranlah yang mampu menguatkan Ramdan hingga seperti sekarang.

“Orang itu harus baik kepada siapapun, semua sama di mata Allah SWT. Alhamdulillah dibalik kekurangan yang saya miliki, sangat banyak orang yang menyayangi dan baik kepada saya selama ini termasuk JNE Sukabumi,” tuturnya.

Ternyata sudah 7 tahun lamanya Ramdan bekerja di JNE Sukabumi. Menurut penuturannya, dahulu Pimpinan JNE Sukabumi yang merekrutnya untuk bergabung di JNE Sukabumi. “Kebetulan Pak Jeko itu kenal dengan ayah saya, jadi dari situ langsung ditawari bekerja di sini. Alhamdulillah lingkungan mendukung dan saya bahagia mengabdi di JNE,” ucapnya bangga.

Pria yang sudah 2 tahun menikah dengan pujaan hati bernama Isma Ramdani itu sebelumnya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi sarana-prasarana rumah sakit. Namun tidak lama ia keluar, dan langsung direkrut oleh JNE.

“Semua rekan di JNE Sukabumi ini baik dan selalu membantu kalau ada kesulitan, apalagi pimpinan yang selalu memberi dorongan supaya tidak minder dan terus bekerja,” tambahnya.

Hanya saja memang diakui oleh Ramdan, di tempat kerja memang kadang ada kendala, terutama dalam hal komunikasi. Hal ini disampaikan dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh rekannya.

“Kendala ada sih ada, terutama dalam hal komunikasi kan saya tunarungu. Tetapi justru itu juga yang menjadi cambuk saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi perusahaan ini,” imbuhnya.

Saat ini ia bertugas menjadi Staff Inbound Bagian Penyortiran JNE Warehouse tepatnya di area pergudangan PT. Mahoni, Jl. Pramuka No.15, Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. JNE Warehouse ini berada di bawah naungan JNE Sukabumi.

“Setelah salat subuh ya sekitar jam 5 pagi saya berpamitan dengan istri dan orang tua untuk berangkat kerja ke JNE. Pagi-pagi kan turun barang kiriman konsumen nah saya yang sortirnya, beruntungnya tim JNE memberi kemudahan dengan menempel papan petunjuk yang dapat saya baca, jadi barang kiriman sesuai dengan alamat yang ditujunya,” tuturnya.

Jika ada kesulitan dalam bekerja, pasti dirinya selalu belajar dan berusaha sampai bisa. Tentu saja atas bimbingan pimpinan dan juga dari rekan-rekannya.

“Dalam bekerja kalau ada yang belum saya ketahui, saya selalu belajar pelan-pelan diajari sama rekan dan toh semua rekan di JNE Sukabumi ini pada baik sama saya. Jadinya saya kerasan dan betah kerja dan bahagia di sini,” ulasnya.

Ramdan juga tidak lupa selalu memanjatkan syukur kepada Allah SWT, meskipun dengan kekurangan yang dimilikinya masih saja ada perusahaan yang mau memperkenalkan dirinya. Tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada JNE Sukabumi karena telah mempercayainya untuk bekerja.

“Tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT dan kepada JNE Sukabumi saya haturkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya karena telah menerima saya unuk bekerja di sini. Doa yang selalu saya panjatkan kepada Allah SWT semoga JNE terus berkembang dan tambah besar,” harapnya.

Ramdan adalah sosok yang unik. Di tempatnya bekerja, dirinya kerap mengantarkan teman satu profesi yang hendak pulang kerja dengan motornya. “Paling suka kalau menolong orang, ya kasihan kan ketika ada teman yang ga bawa kendaraan masa dibiarin. Insya Allah selagi saya mampu saya pasti bantu mereka,” ujarnya.

Temannya pun mengacungi jempol kepada Ramdan. Pipih (40) warga Jalan Pasundan Kota Sukabumi itu mengatakan bahwa temannya itu memiliki hati yang bersih dan mau menolong sesama. “Ramdan ini orang baik, hatinya bersih, rajin ibadah, rajin bekerja dan suka menolong orang lain. Saya bangga punya teman seperti Ramdan,” ulas Pipih.

Sosok Ramdan ternyata membuat Desy Ratnasari kepincut. Tepatnya pada 16 November 2020, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jawa Barat itu disela-sela kesibukannya sampai menyempatkan waktu untuk mencari Ramdan dengan mendatangi kantor JNE Sukabumi.

Anggota DPR RI Komisi X Desy Ratnasari sengaja menemui Ramdan di JNE Sukabumi.

Bersama ajudan, Anggota DPR RI yang duduk di Komisi X tersebut langsung menemui Branch Manager JNE Sukabumi, Tri Hery dan Ramdan di JNE Sukabumi. Bagi Ramdan, pertemuan itu serasa mimpi di siang bolong.

“Tanpa diduga Teh Desy yang seorang artis itu datang ke sini, dan bilang bangga bahwa JNE telah melaksanakan aturan ketenagakerjaan dengan merekrut saya bekerja di JNE,” terang Ramdan.

Sebelumnya Desy Ratnasari mendapat informasi seputar Ramdan, dari istrinya yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Sukabumi. “Mungkin seperti itu, kan istri saya juga difabel juga tapi karena sakit panas yang menyebabkan istri menjadi tunarungu, nah sebelum kunjungan kerja ke JNE ini Teh Desy itu berkunjung ke tempat kerja istri saya dari situ komunikasi terjalin,” terangnya.

Anggota DPR RI Desy Ratnasari mengaku bangga dan sempat kaget ternyata JNE Sukabumi merangkul tenaga kerjanya dari berbagai kalangan, termasuk yang difabel.

“Selamat ulang tahun ke-30 untuk JNE, Bahagia Bersama. Alhamdulillah saya telah membuktikan sendiri bahwa JNE mengikutsertakan penyandang disabilitas seperti Ramdan ini sebagai tenaga kerjanya. Itu Artinya JNE memberikan kebahagiaan kepada siapapun. Bahagia bersama JNE,” tegas pelantun Tenda Biru itu.

Apa yang diungkapkan oleh Ramdan tersebut juga diaminkan oleh Branch Manager JNE Sukabumi, Tri Hery. Pria ramah itu mengungkapkan bahwa perusahaannya tidak pernah membeda-bedakan karyawan satu dengan yang lain.

“Kebetulan saja Ramdan itu disabilitas, tapi terkait dengan pekerjaan yang bersangkutan tidak terlalu ada masalah. “Perusahaan tidak pernah memberlakukan Ramdan itu secara spesial atau adanya perlakuan khusus, artinya semua karyawan itu mempunyai kedudukan yang sama. Semua karyawan saling menganggap satu dengan yang lain itu saudara. Rekan-rekannya juga memperlakukan Ramdan sepeti yang lainnya, sama halnya orang yang normal,” papar orang nomor satu di JNE Sukabumi ini.

Tri menambahkan untuk saat ini Ramdan bekerja di bagian operasional. Yaitu dibagian sortir barang, memindahkan barang keranjang sesuai dengan tujuan alamat.

“Ramdan itu termasuk karyawan yang tekun dan mau belajar. Untuk sekarang ini tugasnya dibagian sortir, memilah-milah barang untuk dimasukkan ke keranjang sesuai alat yang dituju,” imbuhnya.

Ditambahkannya bahwa Ramdan sudah bekerja di JNE Sukabumi lumayan lama, yaitu sudah 7 tahun. Dia juga sudah biasa mengoperasikan komputer, jadi untuk kerja yang terkait dengan sistem tidak ada masalah.

“Ramdan itu sudah lumayan lama kerja di sini, kurang lebih 7 tahun. Jadi meskipun dengan kondisi mempunyai kekurangan, terkait kerja tidak terlalu masalah. Terus kalau terkait dengan sistem juga enggak masalah ya, komputer enggak masalah. Alhamdulillah dia bisa, mau belajar dan rajin,” tambahnya .

Branch Manager JNE Sukabumi, Tri Hery menuturkan, dalam menjalankan bisnis JNE memiliki tagline“Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan.

“Maknanya sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat. Hal ini karena empat sektor, yaitu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar yang menjadi perhatian utama perusahaan,” ucapnya.

Pria ramah ini menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, maka JNE juga terus melakukan langkah–langkah kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar.

Selain memberikan dukungan untuk sektor ekonomi mikro, khususnya UMKM dengan memberikan pelatihan digital marketing, free ongkir, fasilitas fulfilment, sistem pergudangan dan lainnya. Dalam hal penanganan pandemi Covid-19, JNE pun berupaya memberikan bantuan secara gratis melalui program–program atau acara kepada beberapa pihak terkait seperti Andi F Noya (Benihbaik.com), Adib Hidayat-APD Kita – (Kitabisa.com), BTP Foundation – Bapak Ahok, CT ARSA Foundation – Trans Media, Poppy CB (Cotton Ink), Yayasan Anne Avantie, MCI (Mualaf Center Indonesia) – Ikhlas Foundation, Dompet Kemanusiaan Media Grup (DKMG) -Metro TV, Relawan Siaga (Oke Oce) Sandiaga Uno, Foodbank of Indonesia (FOI) dan lainnya.

Kepedulian JNE dilanjutkan dengan Donasi Program Wakaf Alquran JNE – Benihbaik.com – APP Sinar Mas, Donasi 1 M untuk masyarakat yang terdampak dengan diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta dan disalurkan melalui Baznas, donasi Rp150 juta rupiah untuk 1000 anak yatim piatu di lebih dari 200 panti asuhan di Jakarta Barat melalui Pemkot Jakarta Barat, Donasi Peduli Covid-19 kepada Pemprov Jawa Barat Rp500 Juta, Donasi Peduli Covid-19 kepada Pemprov Jawa Tengah Rp250 juta, pengiriman APD gratis ke seluruh rumah sakit di Indonesia dan CSR lainnya.

“JNE sebagai perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh anak bangsa, diawali dari pemahamannya sejak didirikan 30 tahun silam oleh Founding Father JNE, Alm H. Soeprapto Soeparno, JNE mempunyai nilai-nilai spiritual seperti kebiasaan memberi, menyantuni dan menyayangi kepada anak yatim, fakir miskin, difabel (tuna rungu misalnya), janda tidak mampu dan kaum dhuafa lainnya. Semoga dari doa dan dukungan mereka menjadikan keberkahan perusahaan selama 3 dekade ini. Sehingga tagline ‘Bahagia Bersama’ dapat bermakna mengantarkan kebahagiaan ke seluruh Indonesia dan memberikan manfaat terhadap bangsa maupun negara,” pungkasnya.(*)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *