Sementara itu, Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polres Sukabumi, Aipda Deny Ferdianto menambahkan guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus wisata, pihaknya menyiapkan sebanyak 16 titik CCTV melalui Area Traffic Control System yang berfungsi sebagai pemantauan dan menghindari titik kemacetan di sejumlah titik rawan macet.
“16 titik CCTV itu akan dioptimalkan untuk kontrol management lalu lintas bagi petugas yang melakukan pengamanan arus mudik dan arus balik maupun arus wisata. Adapun 16 titik yang dipasang CCTV itu, di antaranya 9 area jalur utara dan sebagaian jalan Nasional menuju Kabupaten dan Kota Sukabumi,” jelas Deny di ruangan control system Polres Sukabumi.
Semua kondisi arus lalu lintas di 16 titik CCTV itu, kata Dedny, terhubung ke Platform Youtube, sehingga masyarakat juga dapat melihat langsung dari handphonenya dengan mengakses chanel youtube.
“Hampir seluruh masyarakat memiliki akses youtube, kita streaming ke youtube, namun dibagi menjadi beberapa sesi karena kebijakan dari platform itu sendri gak bisa full 24 jam,” paparnya.
Lanjut Deny, kemudian di dalam layar CCTV nanti akan ada informasi-informasi layanan kepolisian terkini, contoh layanan pembuatan SKCK, kapan tutup dan kembali buka. Kemudian ada beberapa titik rekayasa lalu lintas yang diberlakukan Satlantas.
“Kita sampaikan di dalam chanel youtube tersebut, termasuk layanan pengaduan dengan mengakses nomor WA (WhatsApp) yang ditampilkan dalam youtube itu sendiri. Kita siapkan dalam layar youtube di dalam backropnya, nomornya 082311239110 dan akan dibalas langsung,” tandasnya.
Terpisah, Satlantas Polres Sukabumi Kota memprediksi puncak arus mudik pada libur hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah terjadi pada tanggal 29-30 April 2022. Hal itu berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat.
“Untuk diprediksi puncak arus mudik, kami berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Jabar, di tanggal 29 sampai dengan tanggal 30 April 2022,” ujar Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Tejo Reno Indratno.
Untuk antisipasi arus mudik pada tahun ini, pihaknya akan melaksanakan rekayasa arus lalin, terutama yang memasuki wilayah Kota Sukabumi.
Salah satunya adalah kendaraan-kendaraan berat tidak diperbolehkan beroperasi. Kemudian akan lebih mengutamakan untuk jalur-jalur yang memang memasuki wilayah Kota Sukabumi ataupun keluar.
“Rekayasa arus lalin untuk di jalur timur atau jalur Sukaraja dan Sukalarang itu terdapat dua titik, yaitu di bundaran Sukaraja dan di pertigaan Selakaso. Namun untuk jalur barat yaitu di jalur Cisaat, di seputaran alun-alun yang akan memasuki wilayah kabupaten,” bebernya.
Untuk pantauan arus lalin perhari ini (kemarin. red) yang memasuki wilayah Kota Sukabumi, masih terpantau lancar. Dikarenakan para pemudik yang dari luar sebagian besar belum memasuki wilayah Kota Sukabumi.
“Untuk wilayah Kota/Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, mungkin kalau misalkan menjelang berbuka puasa memang ada sedikit kepadatan, dikarenakan masyarakat yang ingin membeli sesuatu untuk kebutuhannya,” tuturnya.
Masih kata Tejo mengaku, untuk sementara ini kepadatan arus lalin terjadi di wilayah Cisaat, dikarenakan memang di wilayah tersebut aktivitas masyarakat cukup padat.
Terutama yang dari kabupaten ke kota ataupun kota ke kabupaten. Termasuk masyarakat yang disekitaran wilayah itu yang sedang mempersiapkan diri untuk lebaran.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran, tetap patuhi peraturan lalu lintas.(ris/cr1/t)






