BERITA UTAMAKabupaten BOGOR

PSK Puncak Terjual Habis untuk Malam Tahun Baru

×

PSK Puncak Terjual Habis untuk Malam Tahun Baru

Sebarkan artikel ini

Kondisi ‘habisnya’ PSK saat malam pergantian tahun tak hanya terjadi di lokalisasi Gang Semen, tetapi juga di kawasan Warung Kaleng, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.

Bank bjb Tandamata

Sebab, banyak PSK yang sudah dibuking jauh-jauh hari untuk pesta seks di malam pergantian tahun. Sampai-sampai para pengasuhnya yang biasa dipanggil mamih itu harus mendatangkan PSK dari luar.

“Kalau pesannya di hari H (malam tahun baru, red) sudah habis. Ini saja kita mau datangkan striptis,” ujar Rinni, salah satu mamih PSK di kawasan Warung Kaleng.

Ia mengaku kebanjiran order untuk memenuhi kebutuhan PSK. Untuk di malam tahun baru saja setidaknya ada 20 anak buahnya yang sudah habis dibuking sejumlah pria hidung belang.

“Makanya kita juga siapkan sepuluh penari striptis. Itu sudah dibuking dari Ciputat, Tangerang Selatan,” tuturnya.

Bahkan mereka sudah memberikan DP untuk para wanita penghibur yang akan menemaninya di malam tahun baru.

“Untuk hari biasa tarifnya mulai dari Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan kalau tahun baru begini kita patok harga Rp1 juta sampai Rp3 juta,” terangnya.

Karena banyaknya tamu yang menanyakan striptis kepada Rani, ia mengaku sempat kebingungan mencari penari. Bahkan untuk memuaskan pelanggannya, Rani sampai meminta bantuan kepada temannya yang berada di Cipanas, Kabupaten Cianjur, untuk dikirimkan penari striptis.

Sebab, menurutnya, tidak mudah juga menjadi seorang penari striptis dan memuaskan nafsu bejad para pria hidung belang.

Di malam tahun baru nanti, beber Rani, para penari telanjang akan dikirim ke sejumlah vila di kawasan Puncak, seperti di Kampung Amper, Ciburial, Batulayang, Batukasur dan beberapa wilayah lainnya. Bahkan setiap penari didampingi satu tukang ojek untuk menjaganya.

Selain menghibur para pelanggan dengan tari-tarian, para penari telanjang nantinya akan memuaskan nafsu birahi para pelanggannya. Hal itu disarankan Rani kepada anak buahnya agar mendapatkan penghasilan yang lebih selain dari bayaran striptis.

“Anak-anak saya ajarin untuk mencari kesempatan yang lain. Toh uang juga buat mereka,” kata dia.

Untuk malam tahun baru sendiri, Rani mengaku sudah banyak para pelangganya yang menghubunginya untuk meminta para penari kepadanya. Namun Rani mengarahkan agar para pelanggannya tersebut memberikan DP kepada penarinya tersebut agar di malam tahun baru bisa menemaninya. Terlebih Rani mengaku memilik anak emas yang selalu memikat para pelangganya untuk kembali menggunakan jasanya.

“Iya kata Fitri (primadona striptis, red) tamunya banyak, bahkan bookingnya aja sampe Rp5 juta,” ungkap Rani.

Melonjaknya jumlah orderan juga diamini Rendy (29, penjaja vila di kawasan Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.Rendy (29).

Berdasarkan pengakuannya, dirinya juga kerap kali direpotkan kala memasuki pergantian tahun seperti saat ini. Sebab, banyak lelaki hidung belang yang sengaja datang untuk merayaka malam pergantian tahun, sambil menyewa vila lengkap dengan fasilitas wanita.

“Biasanya kita pakai freelance. Jadi ambil dari luar. Soalnya kalau dari sini udah pada habis dibooking,”kata Rendy.

Sekedar diketahui, dalam satu hari, PSK Puncak di GS rata rata sanggup melayani tamu dua hingga lima per harinya. Adapun penghasilan bersihnya dari para tamu Rp200 Ribu per jam.

Bila dihitung-hitung, penghasilan bersihnya dalam sehari berkisar minilal Rp400 ribu sampai Rp1 juta untuk kencan singkat. Adapun rincian tarif Rp400 ribu itu di antaranya 100ribu untuk kamar, 50ribu uang keamanan, dan 50 ribu lagi.

Kepala Desa Cipayung Cacuh Budiawan membenarkan adanya praktik prostitusi Gang Semen. Padahal mulanya lokasi itu merupakan bekas pabrik semen merah atau batako. Namun, lambat laun kontrakan itu malah beralih jadi tempat praktik bisnis lendir.

“Pas pembuatan izinnya, memang untuk kontrakan dan kosan, bahkan sempat juga ada ormas yang mepermasalahkan, tapi tetap saja begitu lagi,” tegasnya.

Menurut Cacuh, ia dihadapkan pada keputusan yang serba sulit. Sebab, banyak warga di Desa Cipayung yang juga mendapat penghasilan dari kawasan tersebut.