“Semestinya petugas itu ikut menjaga pertokoan yang memang diprediksikan sering membludak. Atur agar jaga jarak dan biarkan mereka mengantri, sambil berikan himbauan, misalnya ‘bapak ibu penularan Covid-19 semakin tinggi, agar tidak terjadi penularan Covid-19 alangkah baiknya untuk tidak berpergian’. Lambat laun mereka pun akan sadar dan pergi jika melihat antrian,” bebernya.
Selain itu, jadwal pertokoan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pun harus diawasi dan memberikan masukan kepada pemilik toko agar mampu mentaati aturan yang sudah dikeluarkan.
“Perlu juga kesadaran dari pemilik toko agar bisa menerapkan protokol kesehatan, seperi sosial distancing agar tidak berkerumun. Jangan sampai mereka yang membludak ditoko nya itu, malah asik banyak pembeli dan dibiarkan,” kata politisi PAN ini.
Tak hanya itu, berkaitan dengan PSBB ini, harus tersosialisasikan secara sempurna sampai pelosok masyarakat. Tentunya juga harus melibatkan RT dan RW dalam sosialisasi kepada masyarakat. “Kebanyakan masyarakat tahu ada PSBB, tapi teknis nya dilapangan seperti apa tidak tahu. Itu juga harus intens sosialisasi di masyarakat,” pinta Faisal.
Setahu dia, untuk masyarakat Kota Sukabumi memang sudah memahami kondisi itu sehingga jarang orang yang berpergian ke pusat perkotaan. Saat ini yang ramai itu, warga Kabupaten Sukabumi yang berada di perbatasan dengan pergi ke pusat pertokoan di Kota Sukabumi.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Sukabumi, Kamal Suherman, meminta masyarakat untuk mengikuti semua aturan pemerintah yang diberlakukan selama PSBB. “Masyarakat harus ikuti aturan pemerintah, karena ini untuk kebaikan kita bersama,” tambahnya.
Meski sanksi yang diberikan untuk pelanggar hanya berupa teguran, namun masyarakat harus mengikuti aturan tersebut. Agar keadaan yang berat akibat dampak pandemi Covid-19 ini, segera berlalu. “Namanya pelanggar pasti ada aja. Tapi saya minta masyarakat untuk meningkatkan kesadaraannya,” tegas dia.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, DPRD sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan PSBB di Kota Sukabumi. Hal tersebut, dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Pada intinya dewan sangat mendukung. Dewan juga telah turun langsung ke masyarakat untuk lakukan edukasi dan sebagainya,” pungkasnya. (bal/upi/t)
(upi)






