Agus Sugianto, relawan yang pertama kali menerima laporan, mengaku langsung melakukan survei ke lokasi. “Saya lihat sendiri, Etin tidur di kandang. Rumah keluarganya pun tidak layak huni. Kami relawan berinisiatif membangun tempat tinggal sementara agar Etin tidak lagi tidur di kandang,” tuturnya.
Pemerintah desa dan relawan kini tengah berupaya agar Etin dan keluarganya mendapatkan hunian yang layak. Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, dan butuh perhatian nyata dari semua pihak.(ndi/d)






