SUKABUMI – Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah (MD) Nurul Hikmah, Kampung Ciburial, RT 58/RW 11, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, lumpuh total setelah atap bangunan sekolah ambruk pada Rabu (2/7) pagi.
Tiga ruang kelas di bagian samping bangunan roboh akibat kayu penyangga dan atap yang lapuk termakan usia. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian sekolah sedang libur dan tidak ada aktivitas belajar.
Salah satu guru MD Nurul Hikmah, Ai Silvi Hilmiani, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa kerusakan bangunan sebenarnya sudah terlihat sejak dua tahun lalu, namun semakin parah dalam satu tahun terakhir.
“Sebenarnya kerusakan sudah mulai terlihat sejak dua tahun lalu. Kami sudah berusaha memperbaiki sedikit demi sedikit dari iuran sekolah. Tapi karena kondisinya makin parah, akhirnya bagian atap dan dinding samping ambruk begitu saja pagi tadi,” ujar Ai Silvi.
Saat ini, MD Nurul Hikmah memiliki sekitar 90 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Sebelum ambruk, sekolah memiliki empat ruang, tiga digunakan untuk belajar dan satu dijadikan kantin. Karena keterbatasan ruang, pihak sekolah menyekat kelas agar semua siswa bisa tertampung.
“Kita sekat ruangan. Sebelah sini kelas 1, sebelah sana kelas 2, dan seterusnya. Siswa jadi belajar berdesakan,” tambahnya.
Bangunan sekolah ini dibangun pada tahun 1980 dan terakhir kali diperbaiki sekitar lima tahun lalu menggunakan dana desa. Namun, perbaikan saat itu hanya mencakup bagian atap dan pengecatan ringan. Kini, dengan struktur utama yang sudah rapuh dan tidak ada perbaikan lanjutan, bangunan nyaris roboh seluruhnya.
Selain menghentikan kegiatan belajar, ambruknya atap juga menimpa jaringan listrik PLN di sekitar lokasi. Pihak desa dan kecamatan sudah meninjau lokasi dan berkoordinasi untuk penanganan awal, termasuk melaporkan gangguan listrik ke PLN.
Untuk sementara, pihak sekolah berencana menumpang di gedung PAUD terdekat. Namun, kapasitas gedung yang hanya memiliki satu ruang dinilai tidak mencukupi untuk menampung seluruh siswa.
“Kami benar-benar bingung harus bagaimana. Apalagi saat ini sedang ada penerimaan peserta didik baru. Kalau tak segera ditangani, tentu sangat berdampak bagi masa depan pendidikan anak-anak di sini,” ucap Ai Silvi.
Ia dan jajaran pengurus madrasah berharap ada perhatian serius dari pemerintah, terutama dari Kementerian Agama dan instansi terkait, agar pembangunan atau rehabilitasi sekolah bisa segera dilakukan.
“Madrasah ini satu-satunya tempat pendidikan agama di Kampung Ciburial. Kalau tidak segera dibangun kembali, ke mana lagi anak-anak kami akan belajar?” pungkasnya.(den/d)






