Rizki kembali menegaskan pencemaran polusi yang terjadi di wilayah Jabodetabek tidak ada hubungannya dengan operasional PLTU, pasalnya emisi sudah hilang di udara dalam jarak kurang lebih 5 sampai 10 Km.
“Jadi ini tidak mungkin mempengaruhi emisi yang ditimbulkan oleh PLTU Palabuhanratu, tidak akan mempengaruhi apa yang terjadi di jabodetabek, jangankan di jabotabek di Sukabumi pun tidak,” tegasnya.
“Dan sudah dijelaskan juga kemarin oleh pihak Kementrian LHK bahwasanya yang dominan menjadi sumber polusi diarea Jabodetabek itu dari kendaraan bermotor, makanya kami mendorong penggunaan mobil mobil operasional kami sudah menggunakan listrik,” ucapnya.
Untuk itu kedepan, kata Rizki lagi jajarannya akan tetap berkomitmen sebagai pengelola PLTU Palabuhanratu yang memiliki kewajiban untuk menggerakan perekonomian termasuk semua aktivitas masyarakat dengan menyuplai listrik yang aman dan handal serta ramah lingkungan.
“Kami melayani masyarakat, sekolah sekolah kantor kantor seluruh Palabuhanratu dan Sukabumi, listriknya berasal dari PLTU Palabuhanratu,” paparnya.
“Selain operasional kami juga tetap menjaga keharmonisan hubungan dengan lingkungan, kami sudah melakukan perbaikan sistem pengolahan air, Insya Allah tidak ada lagi limpasan-limpasan batu batubaradansegalamacamnya, kita akan jaga betul betul termasuk emisi asap yang ditimbulkan,”tandasnya.(ndi)






