PKL di Jalan A Yani Kota Sukabumi Minta Kepastian

  • Whatsapp
Pendestrian Jalan A Yani Kota Sukabumi
PEMBANGUNAN PENDESTRIAN: Kondisi pembangunan Pendestrian Jalan A Yani Kota Sukabumi

SUKABUMI — Sejumlah warga dan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Ahmad Yani, Gang Nugraha, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, mempertanyakan kejelasan soal nasib para pedagang setelah proses pembangunan pendestrian selesai.

Wakil Ketua Karang Taruna unit 8 Gang Nugraha, Kiki (32) mengatakan, warga dan PKL saat ini meminta kebijakan dan solusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi untuk menentukan nasibnya.

Bacaan Lainnya

Terlebih, 80 persen warga setempat menggantungkan hidupnya dengan berjualan.

“Kami hanya meminta solusi yang terbaik dari Pemkot Sukabumi, kedepan akan seperti apa perhitungkan juga nasib kami yang mencari nafkah dengan berjualan di lokasi ini,” kata Kiki kepada wartawan, Senin (22/11).

Lanjut Kiki, sebelum pembangunan pendestrian itu dilaksanakan para PKL maupun warga sekitar merasa keberatan karena pemerintah tidak melakukan sosialisasi dengan baik kepada warga.

“Kami di sini keberatan sebenarnya. Karena sebelumnya dari pemerintah sendiri tidak ada sosialisasi, tiba-tiba dibangun tidak ada pemberitahuan dulu,” paparnya.

Hingga saat ini, para pedagang dan warga sekitar masih diberikan harapan tanpa kepastian dan hanya diberikan surat peringatan namun tidak diberikan kebijakan yang baik.

“Kami mengharapkan pemerintah memberikan solusi atau kebijakan kepada warga sekitar yang berjualan di Jalan Ahmad Yani,” tegasnya.

Jika tidak ada solusi dan jawaban pasti, sambung Kiki, dalam waktu dekat ini para pedagang akan melayangkan surat kepada Pemkot Sukabumi untuk dapat mencari titik terang demi kebaikan bersama.

“Kami belum mendengar jawaban apapun dari pemerintah. Bahkan ketika kami mempertanyakan pembangunan ini mau dijadikan apa dan teknis nya seperti apa Pemkot sama sakali tidak memberikan jawaban yang pas dan sesuai,” cetusnya.

Menurutnya, warga dan PKL siap mendukung segala bentuk pembangunan yang ada di Kota Sukabumi selagi pemerintah bisa memperhatikan nasib para pedagang.

“Sebetulnya kami tidak muluk-muluk kami hanya ingin berdagang seperti biasa. Dan jika pemerintah memberikan kebijakan kami akan mengikuti tapi dengan solusi sehingga tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *