Selanjutnya korban menyebrangi sungai sampai ke mulut jembatan. Namun, setelah itu tiba-tiba air sudah naik dengan deras. Sehingga, korban kesulitan untuk kembali ke darat. “Saya ambil tali sama Pak Rifki. Waktu itu, saya bentangin tali dan udah ketarik dan udah pegangan korban itu,” imbuhnya.
Setelah itu, tali tersebut diikat oleh tiga temannya ini ke batang pohon. Namun, setelah ditarik batang pohonnya patah. Karena, mereka bertiga tidak kuat menarik korban, akhirnya korban pun terbawa arus sungai. “Airnya besar di sana. Jadi, bukan kepeleset, emang lagi airnya tiba-tiba naik. Warga disini ada yang datang ke lokasi itu sekitar pukul 17.00 WIB,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Cicantayan, Anwari kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya membenarkan terkait peristiwa salah seorang petugas konsultan yang dikabarkan hilang setelah terseret arus sungai Cikukulu -Paledang, tepatnya di bawah Jembatan Cikukulu, Kecamatan Cicantayan.
“Jadi kronologisnya korban itu lagi cek jembatan, terus jatuh ke sungai dan sampai sekarang belum juga ditemukan,” jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, sambung Anwari, warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota. “Korbannya satu orang, saya belum cek ke lokasi, makanya belum tahu jelas informasi lengkapnya. Makanya, saya ini juga lagi di jalan mau meluncur ke lokasi jembatan itu. Nanti, kalau sudah lengkap datanya, akan kami laporkan kembali informasi lengkapnya,” pungkasnya. (den/d)






